Megawati Masih Dendam Terhadap SBY, Andi Arief; Itu Hanya Asumsi Saya

Megawati Masih Dendam Terhadap SBY, Andi Arief; Itu Hanya Asumsi Saya, (Foto: Kompas.com)
Megawati Masih Dendam Terhadap SBY, Andi Arief; Itu Hanya Asumsi Saya, (Foto: Kompas.com)

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Ketua Umum Partai PDI-P Megawati Suekarno Putri Masih dendam dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudoyo (SBY). Hal itu menjadi dugaan Wakil Sekretaris Jendral Partai Demokrat Andi Arief.

Arief mengatakan bahwa mantan Presiden ke-5 Megawati Soekarno Putri bukan hanya kepada mantan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, akan tetapi sampai dengan ke turunannya Agus Yudhoyono.

Hal itu diketahui dan dikutipan dari halaman Twitter pribadinya, Andi sempat menyangka bahwa dendam presiden kelima itu hanya kepada SBY. Ia pikir Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa memperbaiki hubungan keduanya, namun nyatanya tidak.

Baca juga  Tegas!!! Elza Syarief Laporkan Nikita Mirzani Ke Polisi

“Awalnya saya menduga bahwa dendam Ibu Megawati hanya pada Pak @SBYudhoyono, ternyata turun juga ke anaknya @AgusYudhoyono. Tadi-nya saya melihat Pak Jokowi mampu meredamkan ketegangan dan dendam ini, rupanya belum mampu,” kata Andi, dikutip Sabtu (26/10).

Presiden Jokowi merupakan penengah diantara dendam itu, akan tetapi Jokowi masih belum bisa untuk meredamnya. Pasalnya, Jokowi mampu untuk meredam hal itu dengan cara bertemu dan bermusyawarah.

Baca juga  Memanas, JoKowi dan PDI-P Saling Tuding Terkait Retreat

Andi menyebut hal ini sebagai takdir sejarah. Sebab, resiko kalau berkecimpung di politik praktis pasti tidak lepas dengan gesekan moral dari masing-masing individu, Menurutnya, kemungkinan besar dendam Megawati akan sampai hingga anak dan cucu SBY.

“Tentu saja @AgusYudhoyono tidak pernah merencanakan hidupnya sebagai anak @SBYudhoyono, itu takdir sejarah. Karena itu dendam Ibu Megawati hingga ke anak cucu SBY adalah dendam pada takdir,” ungkap Andi.

“Terlepas dari komunikasi dan ajakan Presiden Jokowi kepada Partai Demokrat Pascapemilu 2019 yang lalu, Partai Demokrat meyakini bahwa keputusan Presiden Jokowi untuk tidak menyertakan Partai Demokrat memiliki niat dan tujuan yang baik,” kata Hinca dalam keterangan resmi.

(Rifa’i/PR.ID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *