News  

Menteri Susi: Penegakan dan Perlindungan Hak Laut Harus Dijamin

PILIHANRAKYAT.ID, NEW YORK – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti percaya bahwa laut merupakan anugerah Tuhan yang perlu dijaga. Oleh karena itu, kepada mahasiswa di School of International and Public Affairs (SIPA), Columbia University ia berpesan untuk menjaga kesehatan dan kelestarian sumber daya kehidupan laut.

“Penegakan dan perlindungan hak laut harus dijamin melalui pengembangan pengelolaan laut berkelanjutan dengan mendorong partisipasi aktif masyarakat,” pesan Susi saat mengisi kuliah umum di SIPA, Rabu (26/9/2018) lalu.

Baca Juga:

Menurut dia, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengakui hak laut (ocean rights) sehingga laut yang sehat (healthy ocean) dapat terwujud. Sama halnya dengan manusia, menurut Menteri Susi hak laut juga harus diperjuangkan.

“Selama ini laut dan isinya hanyalah dianggap objek yang tak memiliki hak, sehingga banyak terjadi eksploitasi sumber daya laut secara berlebihan hanya untuk kepentingan jangka pendek manusia,” katanya.

Indonesia sendiri telah menunjukkan kepeduliannya melalui keikutsertaan dalam berbagai aksi global perlindungan laut seperti Our Ocean Conference, UN Ocean Conference, dan High Level Panel kelautan lainnya. Berbagai inisiatif yang disampaikan dapat menghasilkan Rencana Aksi Global untuk Laut yang Sehat dan Berkelanjutan.

Baca juga  ESDM, EBT Memiliki Potensi Menjanjikan

“Indonesia akan terus memerangi IUU fishing dan mengakhiri metode penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan. Dengan mengatur ukuran kapal penangkap ikan dan membatasi ukuran sumber daya perikanan yang dapat ditangkap, Indonesia mencoba untuk mengelola sumber daya ini secara berkelanjutan dengan tetap melindungi ekosistem laut dan menjadikan laut sehat serta produktif,” tegas Susi.

Tak hanya itu, dalam kunjungan kerjanya di New York, Amerika Serikat tersebut, Susi juga mengatakan kepada 140 mahasiswa yang umumnya berasal dari Indonesia bahwa, 2/3 wilayah Indonesia adalah perairan atau sekitar 6,4 juta km persegi. Indonesia juga memiliki pantai kedua terpanjang di dunia yaitu 108.000 km. “Bahkan, 14 persen dari karang dunia ada di Indonesia. Oleh karena itu, tata kelola yang tepat dibutuhkan untuk mengoptimalkan produktivitas sumber daya kelautan dan perikanan melalui tiga pilar yang dicanangkan pemerintah Indonesia, yaitu kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan,” katanya.

Dengan kedaulatan, lanjutnya, bangsa Indonesia bebas mengelola lautannya untuk kepentingan nasional tanpa ada intervensi dari luar. Selain itu, Indonesia juga bebas mengamankan sumber daya alam yang dimilikinya dari jarahan negara asing. Kedaulatan ini sudah berhasil diraih Indonesia melalui upaya tegas dan konsisten dalam memerangi illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing.

Namun, kedaulatan saja tidak cukup. Menteri Susi mengingatkan bahwa sumber daya laut dapat terus berkurang dan habis sedangkan ia harus terus ada untuk diwariskan kepada generasi mendatang. “Pemanfaatan dan pengembangan laut harus diarahkan untuk memenuhi aspek keberlanjutan,” ujar Menteri Susi. Menurutnya, sumber daya laut yang ada di suatu negara harus dikelola secara bijak untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.

Baca juga  Sekjen Kemendagri Jelas Poin-poin "SE"

Kesejahteraan masyarakat memang menjadi prioritas sebagaimana telah diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945 Republik Indonesia. Masyarakat berhak atas kesejahteraan dan keamanan dengan memperoleh lingkungan yang sehat, akses terhadap kesehatan dan pendidikan, hingga perlindungan atas ancaman terhadan Hak Asasi Manusia (HAM).

Simak: 

Namun, laut yang menjadi tumpuan hidup banyak bangsa ini kini tengah menghadapi ancaman. World Ocean Assessment menyebutkan, 1/5 dari setiap km kubik volume lautan terkontaminasi pencemaran laut.

“Setiap tahunnya ada sekitar 6,4 juta ton sampah masuk ke lautan di seluruh dunia atau sekitar 13.000 lembar per km persegi. Saat ini diperkirakan ada sekitar 5,25 triliun potongan plastik di lautan. Bayangkan besarnya pencemaran yang telah disebabkan terhadap laut kita,” ungkap Menteri Susi.

Editor: Didik Hariyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *