Daerah  

Penyaluran Bantuan BPNT di Bluto Tidak Patuhi Prokes, Alamsyah; Kami Harus Antri Dari Pagi dan Berdesak-derdesakan

Penyaluran Bantuan BPNT di Bluto Tidak Patuhi Prokes, Alamsyah; Kami Harus Antri Dari Pagi dan Berdesak-derdesakan
Foto: @Pilihanrakyat.id/ely

PILIHANRAKYAT.ID, Bluto – Masyarakat se-kecamatan Bluto, terima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kantor Pos Desa Bluto, Sumenep, Madura, pada Minggu, (27/02/2022).

Bantuan ini sebagaimana putusan Mensos Tri Risma Harini, yang mengacu pada Perpres No. 63 tahun 2017 tentang Penyaluran Bantuan Sosial Secara Non Tunai yang bekerja sama dengan PT Pos Indonesia.

Namun kondisi penyaluran bantuan ini sedikit berbeda dari biasanya. Penyaluran bantuan kali ini bekerja sama dengan PT Pos Indonesia yang diharapkan dapat memperlancar penyaluran bansos tersebut.

Namun harapan berbanding terbalik, karena dari keterengan FD (Inisial), selaku kordinator pencairan BNPT ini, diaanggap tidak sesuai dengan keputusan Mensos Risma, yang seharusnya berkordinasi terlebih dulu dengan pihak Kecamatan.

Baca juga  Petik Laut! Warna-Warni Petik laut Desa Kalibuntu

Menurut Keterangan Bambang, (Camat Bluto), dirinya mengaku sampai saat ini belum pernah mengkordinir Kelompok Penerima manfaat (KPM) BPNT. Hal itu murni dari inisiatif dari Kepala desa.

“Silahkan konfirmasi langsung ke Kades Bluto untuk lebih jelasnya,” tegas Bambang.

Diketahui, ada 8 desa se-Kecamatan Bluto yang saat ini melakukan Pencairan BNPT berupa beras yang diselenggarakan di Balai Desa Bluto.

Selain ketidak sesuai bantuan itu, pihak-pihak terkait seperti PT Pos Indonesia, juga tidak menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes) sesuai anjuran pemerintah. Kita tahau bahwa penyebaran Covid-19 saat ini makin meningkat.

Baca juga  Kades Montorna Akui Pemotongan BLT DBHCHT di Desanya Bukan Perintah Dirinya

Jika melihat kondisi yang sekarang, masyarakat harus antri dari pagi untuk mendapatkan bantuan tersebut. jauh lebih normal sistem yang lalu. Belum lagi terjadi kerumunan yang riskan bagi kesehatan kita.

“Kalo kami (suara dr keluhan2 dr masyarakat drtdi) lebih baik seperti yg kemarin penyaluran bantuannya. Udh enak, kita puas, tertib & disiplin,” Tegas Bapak Alamsyah, sosok yang berprawakan gemuk dengan simbol khas topinya. (PR/Elsa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *