PILIHANRAKYAT. ID, Probolinggo-Alfiana Firda Afnaini resmi dilantik sebagai anggota DPRD Kabupaten Probolinggo pada 31 Oktober 2024 melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW), menggantikan almarhum Ahmad Mulyadi dari Fraksi Gerindra. Pelantikannya dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, Oka Mahendra Jati Kusuma, dan didasarkan pada Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/1068/KPTS/011.2/2024.
Sebagai kader Partai Gerindra, Alfiana dipercaya duduk di Komisi III DPRD Kabupaten Probolinggo, komisi yang membidangi urusan pembangunan, infrastruktur, lingkungan hidup, serta perumahan rakyat.
Selama menjabat, ia aktif terlibat dalam pengawasan proyek-proyek pembangunan jalan dan saluran irigasi di sejumlah kecamatan, serta mendorong program normalisasi sungai dan peningkatan infrastruktur desa.
Alfiana juga kerap melakukan kunjungan kerja ke lapangan bersama tim Komisi III, seperti memantau kondisi jalan poros desa, mendengar langsung keluhan warga terkait kerusakan infrastruktur, dan memfasilitasi pertemuan antara warga dan dinas teknis. Ia dikenal vokal mendorong pemerintah daerah agar lebih cepat dalam merealisasikan proyek-proyek fisik yang berdampak langsung pada masyarakat.
Lahir pada 1 Januari 2000, Alfiana menjadi anggota DPRD termuda di Kabupaten Probolinggo untuk periode 2024–2029. Ia meraih 2.801 suara dalam Pemilu 2024 dari Daerah Pemilihan IV yang meliputi Kecamatan Leces, Tegalsiwalan, dan Banyuanyar.
Darah politik Alfiana mengalir dari ayahnya, Jon Junaidi, yang juga merupakan mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi Gerindra. Jon dikenal sebagai politisi yang merakyat dan konsisten memperjuangkan hak-hak petani serta pemerataan pembangunan desa. Selama menjabat, ia turut membentuk arah kebijakan strategis dalam pengembangan wilayah pedesaan dan memperkuat fungsi pengawasan DPRD terhadap eksekutif.
Mengikuti jejak sang ayah, Alfiana menunjukkan semangat baru dengan pendekatan yang lebih modern dan inklusif, terutama dalam melibatkan pemuda dan perempuan dalam kegiatan pembangunan. Ia menegaskan bahwa politik bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.




