Bahkan aku lelah di kala bangun pagi
Menatap matahari
Bunga-bunga telah lama kupandang
Namun tak jua tergenggam
Ah, hatiku lapar
Yogyakarta, 2015
Di Hari Sumpah Pemuda
Dari prasasti yang terpampang di jalan-jalan
Seorang anak resah melangkah
Memapah sisa-sisa semangat dari para pejuang keabadian
Yogyakarta, 2015
![]() |
| Gambar “Paint Editor” (Source netizen6.liputan6.com) |
Aku dan Matahari
Aku selalu terpana haluan mentari
Pagi menyalang menjanjikan panasnya api
Yogyakarta, 2015
Kamu, yang Malu Mengintip Di Balik Agungnya
Kata-Kata Tampakkan wajahmu dengan mata bebas menyalang
Tumpahkan rasamu pada indahnya kata-kata
Katakan sesuatu yang membuatmu ada
Dan bahwa kau ada
Dengan mimpi dan keabadianmu
Yogyakarta, 2015
Puisi Di Balik Bakwan
Kuambil sepotong bakwan
Kugigit selapis ukuran bibir
Kukunyah, kenyal
Semakin lincah mengajakku merasa
Tenggorokanku penasaran
Kutelan pelan
Aku terbuai
Ada sisa butiran yang tak selesai
Rasa belum hilang
Di liur ludahku
Yogyakarta, 2015
![]() |
| Foto Ali Munir vi fb Ali Munir |
Ali Munir Sangkakala, Lahir pada tahun 1994 di Sumenep Madura. Sekarang tinggal di daerah Sapen, Demangan Yogyakarta. Tercatat sebagai Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, jurusan Manajemen Pendidikan Islam. Aktif menulis puisi dan cerpen, tergabung di Komunitas Sastra Gajahwong dan Lembaga Pers Mahasiswa Paradigma UIN Sunan Kalijaga. Buku antologi puisi dan cerpen bersama-nya yang pernah terbit sebanyak 5 buku, salah satu diantaranya berjudul “Potret Langit ” yang diterbitkan oleh Oase Pustaka (Surakarta) dan “Sekeping Hati Di Langit Kelabu” oleh FAM Publishing (Kediri). Penulis bisa di hubungi lewat: HP. 087738783823. E-Mail: [email protected]. FB. Ali Munir.






