Starlink Resmi Hadir di Indonesia, Internet Satelit Jadi Alternatif Wilayah Terpencil

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Layanan internet satelit Starlink, milik perusahaan antariksa SpaceX yang didirikan Elon Musk, resmi beroperasi di Indonesia. Kehadiran Starlink digadang-gadang menjadi solusi akses internet di wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal yang belum terjangkau jaringan fiber optik maupun seluler.

Starlink menggunakan ribuan satelit Low Earth Orbit (LEO) yang mengorbit pada ketinggian sekitar 550 kilometer dari permukaan bumi. Teknologi ini memungkinkan latensi lebih rendah dibandingkan satelit konvensional geostasioner. Berdasarkan data resmi dan berbagai pengujian, kecepatan unduh Starlink berkisar antara 25 hingga 300 Mbps, dengan latensi sekitar 25–60 milidetik.

Di Indonesia, Starlink mulai digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari rumah tangga, fasilitas kesehatan, hingga sektor pendidikan di daerah 3T. Pemerintah menilai layanan ini dapat membantu pemerataan akses digital nasional, terutama di wilayah yang sulit dijangkau infrastruktur kabel.

Baca juga  Tagar #BoikotTrans7 Menggema, Pernyataan Permintaan Maaf Trans7 Viral di TikTok

Meski menawarkan kecepatan tinggi dan cakupan luas, layanan ini tidak lepas dari sejumlah keterbatasan. Biaya perangkat awal Starlink terbilang mahal, mencapai Rp 7–8 juta, dengan biaya langganan bulanan sekitar Rp 750 ribu. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan layanan internet fiber optik di wilayah perkotaan.

Selain itu, kualitas koneksi Starlink sangat bergantung pada kondisi cuaca dan garis pandang ke langit. Hujan lebat, pepohonan, atau gedung tinggi dapat mengganggu sinyal satelit. Karena itu, layanan ini dinilai kurang ideal untuk kawasan perkotaan padat yang telah memiliki jaringan internet kabel yang stabil.

Baca juga  Gmail Tetap Jadi Aplikasi Email Favorit, Ini Kelebihan dan Catatan Penggunanya

Pengamat telekomunikasi menilai Starlink bukan pesaing langsung ISP lokal, melainkan pelengkap. “Starlink cocok untuk wilayah yang belum terjangkau internet cepat. Untuk kota besar, fiber optik tetap lebih efisien dan murah,” kata pengamat telekomunikasi kepada media nasional.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Starlink diposisikan sebagai solusi alternatif strategis dalam mempercepat transformasi digital Indonesia, khususnya di daerah yang selama ini berada di luar jangkauan layanan internet konvensional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *