Daerah  

Dari Kampus ke Pesantren, Mahasiswa Unuja Bergerak untuk Al Khoziny

PILIHANRAKYAT.ID, Sidoarjo-Kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh kalangan mahasiswa. Kali ini, Aliansi Mahasiswa Universitas Nurul Jadid (Unuja) menyalurkan bantuan bagi Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, yang beberapa waktu lalu mengalami musibah ambruknya bangunan musholla.

Gerakan solidaritas ini sepenuhnya digagas oleh mahasiswa lintas fakultas di lingkungan Unuja. Dalam dua hari, mereka menggelar aksi penggalangan dana di area kampus dan secara daring melalui kanal digital, memungkinkan partisipasi dari berbagai lapisan civitas akademika — mulai dari dosen, mahasiswa, hingga staf kampus.

“Alhamdulillah responnya sangat baik. Mulai dari civitas akademika, dosen, dan mahasiswa, semuanya antusias,” ujar Irzem Abdellah, salah satu perwakilan Aliansi Mahasiswa Unuja, kepada wartawan, Selasa (7/10/2025).

Baca juga  Bentuk Unit Pengumpulan Zakat (UPZ), Kemenag Ingin Target Zakat Nasional Tercapai

Meski sempat diragukan oleh sebagian pihak, aliansi ini memilih untuk tetap bergerak. “Kami ingin membuktikan bahwa niat baik dan solidaritas tidak bisa digoyahkan oleh keraguan,” kata Irzem tegas.

Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh perwakilan Aliansi Mahasiswa Unuja ke Pesantren Al Khoziny pada Selasa, 7 Oktober 2025. Dalam kunjungan itu, mereka tidak hanya menyerahkan bantuan berupa uang tunai, tetapi juga menyampaikan dukungan moral dan menjalin silaturahmi dengan para santri di pesantren tersebut.

Irzem, mahasiswa asal Pontianak itu, menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari rasa empati antar-sesama santri. “Kami semua berasal dari lingkungan pesantren. Jadi, ketika mendengar kabar musibah di Pesantren Al Khoziny, ada dorongan batin untuk segera bergerak,” ujarnya.

Baca juga  Mitsubishi XForce, SUV Kompak Baru yang Mengincar Pasar Urban

Melalui aksi ini, Aliansi Mahasiswa Unuja ingin menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial.

“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Unuja bukan hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga berjiwa sosial dan siap hadir untuk sesama. Semoga gerakan kecil ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus menebar kebaikan,” pungkas Irzem.

Aksi sederhana namun penuh makna ini menjadi cerminan kuat bahwa semangat ta’awun (tolong-menolong) dan solidaritas santri masih hidup di kalangan mahasiswa pesantren.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *