PILIHANRAKYAT.ID, SLEMAN – Instruksi Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) untuk aksi turun jalan tak disepakati oleh semua Pengurus Cabang (PC) PMII.
Dalam surat edarannya, PB PMII meminta pengurus di daerah untuk melakukan demonstrasi setelah Menpora Imam Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dana hibah KONI.
Lewat surat bernomor 391.PB-XIX.02.147.A-1.09-2019 PB PMII menginstruksikan seluruh PC PMII menggelar aksi demonstrasi serentak. Mereka menilai KPK melakukan tebang pilih dalam kasus korupsi.
Tidak hanya itu, mereka menduga penetapan tersangka terhadap Imam Nahrawi terlalu politis dan melanggar hukum. Bahkan mereka juga menuding ada kelompok radikal atau Taliban yang ingin merusak citra pemerintah yang berlatar Nahdliyin (warga Nahdlatul Ulama).
Pada hari Jumat (20/09/2019), massa beratribut PMII menggelar demonstrasi di depan gedung KPK. Demo sempat ricuh, massa juga sempat melemparkan telur busuk ke arah gedung KPK dan meneriakkan “KPK busuk”.
Massa menuntut pimpinan KPK mundur, meminta capim KPK terpilih cepat dilantik, dan menyatakan mendukung revisi UU KPK.
Massa aksi sempat membakar ban namun langsung dipadamkan petugas kepolisian. Massa dan polisi juga sempat terlibat saling dorong. Hingga akhirnya polisi memukul mundur massa aksi.
Hal serupa terjadi di Ponorogo. Aksi protes dengan massa yang mengatasnamakan PMII melakukan demonstrasi di depan kantor DPRD Ponorogo saat KPK tengah menjalankan roadshow.
Mereka menyuarakan adanya isu radikalisme di tubuh KPK. Mereka khawatir jika lembaga negara disusupi radikalisme bisa merusak citra baik di mata masyarakat.
“Jangan sampai KPK itu dijadikan alat politik pun juga dengan isu radikalisme jangan sampai masuk kesana, kita butuh komitmen,” tutur korlap aksi, Hanif Munawirullah di sela-sela aksi.
Tapi hal berbeda juga terjadi di Sleman Yogyakarta, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Sleman menolak intruksi Pengurus Besar (PB) PMII.
Sidik Nur Toha selaku ketua PC PMII Sleman meminta kadernya tidak mengikuti aksi turun ke jalan untuk mengecam KPK. PC PMII Sleman mengindahkan dan menolak instruksi Pengurus Besar (PB) PMII.
“PC PMII Sleman menghimbau kepada seluruh kader di lingkup PC PMII Sleman untuk tidak terlibat dalam aksi yang diinstruksikan dalam Surat Instruksi PB PMII,” ujar Ketua PC PMII Sleman, Sidik Nur Toha dalam keterangannya, Jumat (20/9/2019).
Berdasarkan catatan yang diterima redaksi (21/09/2019), sejauh ini setidaknya ada Enam PC PMII yang tak sependapat dengan PB PMII. Pengurus Cabang itu diantaranya PC PMII Sleman, Surakarta, Semarang, Purworejo, Jember, dan Kota Depok. (Anwar/PR.ID)




