PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Ahirnya Bos Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ahirnya dipasrahkan oleh Presiden Jokowi untuk mengelolahnya. Pasalnya, banyak orang yang menyetui Ahok sebagai Bos BUMN terserbut, terutama yang setujua adalah Erick Tohir.
Mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sudah menerima tawaran menjadi bos BUMN. “Silakan tanya beliau (Ahok), mestinya sudah,” ucap Erick di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/11).
Sebelumnya Erick sudah menjelaskan bahwa, Ahok santer disebut bakal dijadikan bos BUMN oleh pemerintahan Presiden Jokowi. Kabar mengemuka usai Ahok bertemu dengan Erick Rabu (13/11) kemarin.
Usai pertemuan, Ahok menyatakan diminta Erick untuk ikut mengurusi BUMN. Pasalnya, UU BUMN Tak Larang Ahok Jadi Direksi BUMN Meski Sempat menjadi Napi. Akan tetapi kita semua harus lihat kapasitasnya dia dalam mengelolanya.
Erick mengatakan sosok Ahok dilirik pemerintah karena memiliki latar belakang dan karakter pendobrak yang dimilikinya. Karakter tersebut merupakan sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin BUMN pada saat ini.
“BUMN 142 perusahaan, kita perlu figur-figur yang bisa pendobrak, tidak mungkin 142 BUMN dipegang satu orang. Kita harapkan ada perwakilan perwakilan yang memang punya track recordpendombrak,” tuturnya.
Sementara di publik sempat beredar spekulasi bahwa Ahok akan menahkodai PT Pertamina (Persero), perusahaan minyak nasional. Namun, Erick enggan membenarkan kabar tersebut.
“Semua pasti ada TPA (Tim Penilaian Akhir), nanti kami lihat. Saya tidak bisa komentar. Segera nanti mungkin awal Desember (penetapan Ahok),” katanya.
TPA itu yang akan menentu kepastiannya Ahok jadi bos BUMN atau tidak, karena Tim Penilaian Akhir itu lah yang akan menentukan untuk tindak keberlanjutan. (Rifa’i/PR.ID)




