Complate Chaos:Gelarinahidup begitu melelahkan! lalu aku berkata pada diriku sendiri : berhentilah pura-pura seolah ada orang lain di runagan ini!,kerap kau ucap padaku hal ihwal risau ini Dedak Kopi di…
Puisi
Puisi Pilihan Dewi Ratnasari : Kau Tak Mengerti | Rumah Tanpa Damai
Kau Tak Kumengerti Kamu yang memilih bungkamTiada kata menghujanApa yang harus kulakukan? Bahasakan!Bukan sandi yang membingungkanBungkam Yogyakarta, 2015 Gambar: Sketsa Sel 18 / PIlihan Rakyat News Rumah Tanpa Damai Coba…
Puisi Khalil Ramli : Aku Lelaki Madura | Depan Jendela | Di Tepi Laut | Perempuan di Atas Karang | Surat Cinta
Aku Lelaki Madura Akulah lelaki madurayang ingin memahami kemerduandan keindahan puisi.Yang ditulis dua belas novembersembilas belas tahun lalu.Oleh sepasang kekasihdi bawah ranjang pengantin.Tempat puisi-puisi sebelumnya lahir. Aku tidak sedang memintaPuisi…
Soneta Baron Van Warno: Kau Bercermin Padaku | Peri Bersayap Kitab Suci | Lelaki yang Ingin Jadi Hujan | To Celleng
Kau Bercermin Padaku mari berjalan mundur – sejak kaki melangkahakhirnya tiba di tempat ini untuk cerita masa remajadurasi dan jarak kita terlampau dekat dan lekatdalam keterpisahan badan yang kehilangan perekat…
Puisi Pilihan Alunk Estohank : Lao-Tze | Kapada Suara dan Nama | Persembahan | Selamat Jalan |
Lao-Tze Seandainya kelahiran tak pernah menyapaApakah engkau akan abadi sampai ini masa?Hanyalah waktu yang tahuTentang ituKemudian sejarah mencatatnyaSebagai peristiwaPeradaban manusia Hari terus mengalirSiang dan malam selalu gelisahMencatat perubahan-perubahanTangis pun pecah…
Soneta Achmad Sulaiman
24 Tahun Selampai “selamat ulang tahun, Selendang”kini usiamu genap 24 tahun yang membentangusia kehidupan dalam perhitungan manusiadengan niat, cita-cita, doa dan rasa hampa penuh getir detik-detik tiup lilin kau nanti…
Puisi-Puisi Pilihan Ali Munir Sangkakala
Karena Hatiku Lapar Bahkan aku lelah di kala bangun pagiMenatap matahariBunga-bunga telah lama kupandangNamun tak jua tergenggamAh, hatiku lapar Yogyakarta, 2015 Di Hari Sumpah Pemuda Dari prasasti yang terpampang…
Puisi Pilihan Karya M. Choirudin | Aku dan Enam Lainnya | Kau Yang Bertahta di Puncak Himalaya | Roman Secangkir Sukop
Aku dan Enam Lainnya Panas tengah hari semakin memuncak diatas mahkotaMenghasilkan sebuah kemalasan bercampur dalam satu komposisi Disini tak sama saat ku berada kemarinDalam tembok-tembok kesunyianDi bawah atap-atap keilmuan Aku…
Puisi Pilihan di Perantauan Karya Ali Munir Sangkakala
Ibu Malam beranjak bersama sepiKidung rembulan memecah sinarBintang gemintang yang menghiasMenghibur deru sunyi sang singa Sejenak anganku berlabuh bersama masa laluMasa yang kelam, saat aku kehilangan ibuIbuNama itu yang menghantuiku…
Puisi Penyair Bermimpi | Besok | Disuka yang Lain | Karya Matroni Muserang
Penyair Bermimpi bergelayut bergantung keagunganmenjelajah jauh melintasi sekat waktu Yogyakarta, 2010 Besok Pagi membangunkan benih-benih rinduYang menjelma keterpurukan waktu Culas-culas matahari menyisakan peristiwa Kupersiapkan jiwa di bius tenangKupersiapkan otak dibius…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
