PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Curah hujan yang tidak menentu dalam beberapa pekan terakhir membuat para petani tembakau di Kabupaten Probolinggo merasa resah. Pasalnya, saat ini tengah memasuki musim panen sekaligus pengeringan tembakau, yang sangat bergantung pada panas matahari.
Sejumlah petani di Kecamatan Krejengan, Kraksaan, hingga Leces mengaku khawatir hasil panen tembakau mereka tidak maksimal akibat proses penjemuran yang terganggu. Jika tembakau gagal kering secara sempurna, kualitas daun akan menurun drastis sehingga memengaruhi harga jual di pasaran.
“Seharusnya saat ini cuaca cerah, tapi hujan turun tiba-tiba dan sering tanpa tanda. Tembakau yang sudah dijemur terpaksa kami angkat berulang kali. Kalau basah, kualitasnya bisa jelek,” ujar Suyono, salah satu petani tembakau di Kecamatan Krejengan, Jumat (22/8/2025).
Kondisi ini membuat petani harus bekerja ekstra menjaga hasil panen. Banyak yang memasang terpal darurat di lahan penjemuran agar daun tembakau tidak rusak saat hujan datang mendadak. Namun, cara ini dinilai kurang efektif dan tetap menambah biaya produksi.
Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo mengimbau petani untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang ekstrem. Pihaknya juga tengah menyiapkan alternatif solusi berupa rumah pengering sederhana untuk meminimalkan kerugian petani.
“Memang musim panen tembakau tahun ini berbarengan dengan cuaca yang tidak menentu. Kami mendorong petani menggunakan metode pengeringan alternatif agar mutu tembakau tetap terjaga,” kata seorang pejabat Dinas Pertanian setempat.
Para petani berharap pemerintah bisa lebih serius memberikan pendampingan, terutama terkait teknologi pascapanen. Sebab, jika cuaca tidak bersahabat, dikhawatirkan banyak petani tembakau akan merugi pada musim panen kali ini.




