Izinkan Vaksin China “Sinopharm”, WHO Buka Jalan Negara Saling Impor Vaksin

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-World Health Organization (WHO) memberikan izin penggunaan darurat (emergency use) pada vaksin Sinopharm. Ini adalah vaksin China pertama yang mendapatkan lampu hijau dari lembaga kesehatan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa itu.

Dilansir AFP, Sabtu (8/5/2021) WHO telah memberikan daftar vaksin yang diizinkan dalam keadaan darurat. Beberapa vaksin yang disetujui yaitu dibuat oleh Pfizer-BioNTech, Moderna, Johnson dan Johnson serta jab AstraZeneca yang diproduksi di India dan Korea Selatan.

Namun, regulator kesehatan di sejumlah negara, khususnya negara miskin di Afrika, Amerika Latin dan Asia, telah mengizinkan penggunaan vaksin Sinopharm untuk kebutuhan darurat.

Sedikitnya data yang dirilis secara internasional membuat efektivitas vaksin dari China menjadi tak meyakinkan. Meski begitu, seperti dikutip dari BBC, WHO telah memvalidasi bahwa vaksin Sinopharm aman, manjur dan berkualitas, Jumat (8/5/2021).

Baca juga  Ijin! Partai Nasdem Absen Untuk Hadir di Kediaman Presiden Ke-5, Rerie; Saya Masih Hadir Dalam Bulan Kanker Payudara

Izin penggunaan darurat oleh WHO membuka jalan bagi negara-negara di seluruh dunia untuk segera menyetujui dan mengimpor vaksin untuk didistribusikan, terutama negara-negara yang tidak memiliki regulator standar internasional sendiri.

“Kami mendorong pembuatnya untuk berpartisipasi dalam COVAX Facility dan berkontribusi terhadap tujuan global terkait distribusi vaksin yang lebih adil,” kata Dr Mariangela Simao, Assistant-Director General for Access to Health Products, dikutip dari situs resmi WHO.

Vaksin Sinopharm sudah digunakan di 42 negara di seluruh dunia. Selain China, vaksin Covid-19 ini digunakan di Aljazair, Kamerun, Mesir, Hongaria, Irak, Iran, Pakistan, Peru, Uni Emirat Arab, Serbia dan Seychelles.

Baca juga  Jemaah Haji Indonesia Terancam Gagal Berangkat: Vaksin Indonesia Menjadi Faktor

Di Indonesia, vaksin Sinopharm mendapat Emergency Use Authorization (EUA) pada 29 April 2021 dengan nomor EUA2159000143A2 untuk vaksin dengan kemasan 1 vial berisi 0,5 ml (1 dosis) vaksin. Vaksin ini didatangkan oleh Kimia Farma dan ditujukan untuk program vaksinasi ‘mandiri’ gotong royong.

“Indikasi yang disetujui adalah untuk membentuk antibodi untuk mencegah COVID-19 pada orang dewasa di atas 18 tahun dengan pemberian dosis pada durasi 21-28 hari,” kata Kepala BPOM Penny K. Lukito, dalam konferensi pers, Jumat (30/4/2021)

(RED/PR.ID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *