PILIHANRAKYAT.ID, Jatim-Diplomasi ekonomi Jawa Timur ke berbagai daerah kembali membuahkan hasil besar. Kali ini, dalam gelaran Misi Dagang dan Investasi yang berlangsung di Bandar Lampung, Kamis (8/8), Jawa Timur mencatatkan nilai transaksi final mencapai Rp1.055.340.950.000 atau lebih dari Rp1 triliun.
Angka tersebut melonjak drastis dibandingkan capaian pada misi dagang serupa tahun sebelumnya, yang hanya membukukan Rp285,52 miliar dari 35 transaksi. Peningkatan tajam ini menandai keberhasilan sinergi antardaerah dalam menggerakkan roda perekonomian domestik.
“Capaian ini merupakan hasil sinergi dan kepercayaan antardaerah dalam mendukung produk dalam negeri,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan tertulis, Jumat (8/8/2025).
“Ini adalah bukti nyata bahwa Jawa Timur terus berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan optimistis mewujudkan kekuatan pasar dalam negeri.”
Khofifah memimpin langsung delegasi Jawa Timur dalam forum dagang ini, yang mempertemukan lebih dari 70 pelaku usaha dari kedua provinsi. Ia menyebut Lampung sebagai mitra strategis dengan potensi pertanian dan logistik yang besar.
“Kami ingin membangun ekosistem perdagangan antardaerah yang kuat dan saling menguntungkan. Jatim punya kekuatan produksi, Lampung punya kekuatan komoditas dan akses logistik,” katanya.
Transaksi Triliunan, Komoditas Melimpah
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Drajat Irawan, menjelaskan bahwa nilai transaksi mencakup berbagai sektor unggulan: produk hortikultura, hasil bumi, olahan makanan dan minuman, pupuk, energi terbarukan, hingga produk petrokimia.
“Kali ini bukan hanya transaksi besar, tapi juga pembukaan jalur distribusi dan rencana investasi di sektor pengolahan bahan baku lokal,” ujar Drajat.
Sesi business matching dan penandatanganan MoU antar pelaku usaha berlangsung dinamis. Banyak dari mereka berhasil menjalin kemitraan baru, bahkan berencana membuka cabang atau fasilitas produksi lintas provinsi.
Diplomasi Ekonomi ala Jatim
Sejak 2021, Pemprov Jatim telah menjadikan Misi Dagang dan Investasi sebagai strategi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan ekonomi domestik. Program ini dirancang bukan hanya untuk meningkatkan transaksi dagang, tetapi juga mempertemukan pengusaha dan membangun ekosistem perdagangan nasional yang lebih solid.
“Kita ini satu bangsa, satu pasar. Tapi belum sepenuhnya terintegrasi secara perdagangan. Itulah yang coba kita bangun lewat misi seperti ini,” kata Khofifah.
Misi dagang ke Lampung ini pun menjadi catatan penting. Bukan hanya karena nilainya yang tembus triliunan, tapi karena menggambarkan arah baru kerja sama antarprovinsi yang lebih produktif dan berdampak langsung pada pelaku usaha lokal.




