Ketua PC PMII Kota Semarang Enggan Hadir di Pelantikan Pengurus Komisariat PMII UIN Walisongo

PILIHANRAKYAT. ID, Semarang- Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Walisongo Semarang periode 2021–2022 telah selesai dilantik. Acara tersebut dihadiri Pengurus Cabang (PC) PMII Kota Semarang, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PMII UIN Walisongo, Rektor UIN Walisongo beserta jajarannya dan 8 Dekan atau yang mewakili di lingkungan UIN Walisongo Semarang, bertempat di Gedung Pertemuan Kampung Djawa Sekatul Limbangan, Kabupaten Kendal pada (6/2) siang.

Prosesi pelantikan juga diiringi dengan launching buku perdana dari Lembaga Pers dan Wacana (LPW) PMII Komisariat UIN Walisongo.

Fajri Asyihab, Ketua PK PMII UIN Walisongo mengatakan bahwa, dinamika PMII UIN Walisongo cukup carut-marut.

“Pada bulan Februari ini, kami baru melaksanakan pelantikan, padahal sebelumnya bisa mengadakan pelantikan sebelum bulan desember. Sudah saatnya kita keluar dari konflik berkepanjangan, bersama-sama untuk membangun PMII Komisariat UIN Walisongo kedepannya,” ucapnya.

Baca juga  Geger! Beredar Isu Video Syur Mirip Nagita Slavina, Begini Respon Raffi Ahmad

Mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum tersebut juga menyatakan standing position PMII Komisariat UIN Walisongo yakni menjadi mitra kritis kampus yang akan mendukung kebijakan yang baik dan mengkritisi kebijakan yang tidak berpihak pada mahasiswa. Sedangkan arah gerak PMII UIN Walisongo adalah intelektual skill.

“Kami berusaha melaksanakan program yang nyata. Misalnya dalam konteks kewirausahaan, kita akan buat sekelompok kader yang fokus pada usaha. Lalu bisa dididik oleh senior-senior yang fokus di bidang usaha. Dalam hal literasi, sebelum merancang program kerja kami bahkan sudah menghasilkan satu buku bunga rampai. Sedangkan dalam hal sosial, tetap kami mengutamakan pendampingan terhadap kaum mustadh’afin,” imbuhnya.

Baca juga  PDI Perjuangan Dorong Pendekatan Kemanusiaan dalam Isu Timur Tengah, Serukan Diplomasi Aktif Tanpa Langgar Prinsip Palestina Merdeka

Imam Taufiq, Rektor UIN Walisongo menyesalkan ketidakhadiran Ketua PC PMII Kota Semarang lantaran konflik.

“Tidak ada konflik memang tidak menarik, tapi ketika ada kadang buat repot. Terbukti dengan ketidakhadiran Ketua Cabang dikarenakan konflik. Padahal organisasi adalah wadah pendewasaan. Terlepas dari hal tersebut, kader PMII harus memiliki intelektualitas tinggi dibuktikan dengan prestasinya. Saya bangga ketika ada kader PMII yang lulus tepat waktu, ada salah satu kader PMII dari Tarbiyah yang lulus 7 semester tanpa skripsi,” ucap Rektor UIN Walisongo yang juga pembina PMII UIN Walisongo.

(Red/M. Syafiq Yunensa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *