Mimpi Indah (Sajak-sajak J. Rifa’i)

mimpi indah (foto: jalansirah)
mimpi indah (foto: jalansirah)

Mimpi Indah

Mimpi memang indah
Tapi kenyataan lebih indah
saat kau bergetar menggoreskan pena
Di atas kertas suci

Masa depan kita terukir layaknya di musium tua
Saat kau terbang berayun dari dahan-kedahan,
Masa depanmu bernari-nari menambakan kenyamanan.

Mungkin itu panjatan do’a-do’a
yang kau lantunkan di atas sajadah.

Begitu suci pakaian yang kau pakai
Ucapan yang di lantunkan
membuat pintu itu terbuka untuk segala-galanya
Termasuk senyum manis di raut wajahmu.

Baca juga  Siapa Aku? (Antara Eksistensi dan Esensi)

Menunggu Senyum Di Pagi Hari

kabut dan embun terasa hujan,
membasahi, Membeku pada setiap jengkal yang melintas.
Terasa menggigil tubuhku yang datar

Suara melengking di tortoar jalan
Sehingga,kebisingan menghatuinya.

Tak heran, itu adalah renungan sesaat yang melintas
layaknya angin menghembus pada kapas itu.

Fikiran terasa tenang
melihat burung tidur nyenyak
di dahan jambu.

Suara kereta terus melintas
Sampai, esoknya aku kembali
menemukan lesung pipimu yang manis.

Baca juga  Gaji Dan Tunjangan Dirut Pelindo II Berlimpah, Hasilnya Pemogokan Tumpah

Penantianku Telah Tiba

Sinar matahari
menembus kaca dan batinku
Diantara bukit-bukit,
reranting, menjadi tabir
ketika matahari mulai menyapamu.

Benar, sapaanya mengagetkanku
Sungguh sapaan yang sempurna.

Menjelang pagi,
aku melihat banyang-banyang
yang Nampak tidak jelas
Karena di hantui kebisingan
yang melanda tubuhku.

Aku tidak betah
Daupun berguguran diatas tanah,
Meskipun pohon menjadi penghalang,
aku masih bisa melihat
Senyum dibawah kelopakmu.

Yogyakarta, 2019

*J. Rifa’i seorang Penyair dan Kolumnis Pilihanrakyat.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *