Nadiem Makarim di Kritik, APTSi; Tujuan Nadiem Tidak Relevan

- Advertisement -

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Nadiem Makarim mempunyai inisiatif untuk mengurangi dua semester dalam setara S1. Pasalnya, tujuan Nadiem itu tak lain hanya ingin memangkas perkuliayah selama 5 Tahun. Akan tetapi, tujuan Nadiem itu di kritik oleh APTSI.

Yang mengritik atas tujuan Kemendibud itu adalah Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTSI) Budi Djatmiko. Dia mengkritik kebijakan baru Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim yang membolehkan mahasiswa menukar dua semester kuliah dengan magang atau kegiatan di luar kampus.

Budi menyebut pola pikir Nadiem dalam kebijakan tersebut hanya dari sudut pandang perguruan tinggi negeri (PTN) yang diberkati jaringan luas dengan dunia industri.

“Dia harus paham, 95 persen itu PTS (Perguruan Tinggi Swasta) dan dia enggak tahu 85 persen itu [PTS] kecil. Jangan lihat Nadiem, lahir dari keluarga berkecukupan, kuliah di Harvard, lihat kampus Harvard, enggak bisa,” kata Budi,  Sabtu (25/1).

Baca juga  Disantet Rekan Artis, Ashanty Langsung Syok

Budi menyebut PTN lebih akrab dengan dunia industri karena diberkati mahasiswa dengan kualitas di atas rata-rata. Selain itu, PTN punya banyak alumni yang sudah menjadi bagian dari dunia industri.

Sementara, menurutnya, sebagian besar PTS di Indonesia berskala kecil, sehingga sulit untuk menyalurkan anak didiknya ke perusahaan-perusahaan untuk merealisasikan program magang ala Nadiem.

Baca juga  Rumah Kertas

“Kalau menyuruh begitu saja, (sama saja) menutup perguruan tinggi itu. Mahasiswa nanti menuntut enggak bisa magang. Enggak apa-apa, kan Nadiem belum punya pengalaman. Yang bisikin Nadiem kan orang negeri semua,” ujarnya.

Baca juga  PC IPNU-IPPNU Denpasar dan Badung Agendakan Makesta Raya

Meski begitu, Budi mengaku mendukung program tersebut asal ada tindak lanjut dan harus ada kesepakatan beberapa menteri untuk mendukung program dengan memuluskan jalan para mahasiswa magang.

“Nadiem harus duduk bareng sama Menteri Perindustrian, Menteri Pariwisata untuk jurusan pariwisata. Misalnya perusahaan-perusahaan harus mau menerima [mahasiswa magang]. Kalau ada terima mahasiswa itu, maka ada pengurangan pajak, kalau tidak ya susah,” ucapnya.

Sebelumnya, Nadiem meluncurkan kebijakan Kampus Merdeka. Salah satu poin keiijakan itu adalah mengurangi kewajiban belajar strata satu (S1) menjadi lima tahun.

Kemudian kampus wajib memberikan hak bagi mahasiswa untuk secara sukarela menukar 40 SKS setara dua semester dengan kegiatan di luar kampus, termasuk magang di perusahaan. Kemudian mahasiswa berhak menukar 20 SKS setara satu semester dengan SKS di program studi lain.

Nadiem menyebut SKS ditukar magang ini tidak bersifat memaksa, tapi kampus wajib menyediakan opsi.

(Rifa’i/PR.ID)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

DPD KNTI Tanjungbalai sesalkan Tidak Semua Nelayan Tradisional Mendapatkan Asuransi Nelayan

PILIHANRAKYAT.ID, Sumatera Utara-Senin Tanggal 4 Oktober PLT Walikota memimpin Apel pagi sekaligus pemberian asuransi ramayana untuk nelayan...

BEM PTAI : Tidak Masuk Akal TNI Disusupi PKI, Masyarakat Sudah Cerdas

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta- Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam se-Indonesia (BEM PTAI) bersilaturahmi dengan Panglima Kostrad Letjen...

Kiai Said: Kekayaan Simbol dan Kultural NU Intrumen Gerakan Revolusi Mental

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi DKI Jakarta menggelar acara Penggerak Pemimpin Agama Pelopor dan Penggerak...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...