Nurul Qadim, Seminar Filsafat Perpektif Pesantren

- Advertisement -

PILIHANRAKYAT.ID, Paiton-Ma’had Aly di Pondok Pesantren Nurul Qadim Kalikajar Paiton mengadakan seminar dengan tema “Filsafat Perspektif Pesantren” Minggu (20/12/2020).

Agenda tersebut diisi oleh Gus Yusuf al-Bana dari Bandung. Gus Yusuf al-Bana dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa kitab kuning lebih penting dari dunia sebab orang yang bisa baca kitab kuning sangat membahagiakan

“kitab kuning lebih penting dari dunia sebab orang yang bisa baca kitab kuning sangat membahagiakan ” kata Gus Yusuf saat mengisi seminar di Gedung Aula Mini Ma’had Aly (AMMA) Pondok Pesantren Nurul Qadim Kalikajar, Minggu (20/12/2020).

Dalam kesempatan itu juga, Gus Yusuf juga menjelaskan pentingnya gelar ilmiah (s1-s2; Red) sebab ngelola negara dan pendidikan kalau tidak ada titel itu tidak bisa.

Baca juga  Komitmen Jokowi dan Ilustrasi Lain Tentang Demokrasi

“Mengelola Negara dan Pendidikan kalau tanpa titel itu tidak bisa sebab semua itu butuh titel” jelasnya

Para Audien yang merupakan santri dan Mahasiswa Ma’had Aly Pondok Nurul Qadim sangat auntusias menyimak apa yang disampaikan oleh narasumber. Agenda ini merupakan salah satu cara untuk membuat para santri tetap giat dalam menempuh pendidika formal dan non-formal karena semua itu sama pentingnya.

Baca juga  Komitmen Jokowi dan Ilustrasi Lain Tentang Demokrasi

Syaiful Anam yang juga merupakan Naib Mudier I (Wakil Rektor I) sangat bangga atas terlaksanya agenda tersebut. “Agenda Seminar Filsafat tersebut merupakan cara kami untuk membuat mahasantri (mahasiswa) tetap istiqamah dalam menempuh pendidika baik formal maupun non-formal karena semua itu sudah menjadi kebutuhan dalam kehidupan 4.0” jelas Syaiful saat ditemui oleh wartawan Pilihanrakyat.id seusai acara seminar. (20/12)

Baca juga  Covid-19, Mari Hijaukan Pasuruan

Nurul Qadim merupakan salah satu pesantren di Paiton Probolinggo yang sudah lama memberikan warna baik secara lokal maupun Nasional. Sumbangsih Pesantren ini tidak lepas dari ke wara’ an nya pendiri Pesantrenya, K.H. Hasyim Mino.

Gus Yusuf mengakui bahwa pesantren Nurul Qadim bukan tempat dia untuk mengisi seminar melainkan untuk menimba ilmu lagi. “Saya disini bukan untuk mengisi tapi untuk menimba ilmu lagi, kalau saya ibaratkan pondok ini (Nurul Qaadim; Red) seperti gelas yang sudah diisi jadi saya yang butuh” tambah Gus Yusuf. (Najib/PR.ID)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Vaksinasi Nasional Momentum Merajut Asa Pariwisata Indonesia

Saat ini semua sektor yang mendukung pariwisata, melakukan pembenahan diri. Seperti itulah kondisi yang...

Pemuda Desa Bragung Sumenep Temui Kepala Desa: Tanyakan Realisasi BUMDES Dan Antisipasi Kenakalan Remaja

PILIHANRAKYAT.ID, Sumenep-Pemuda yang tergolong dalam Solidaritas Pemuda Desa Bragung (SP2D) temui Latifah, Kepala Desa Bragung Kecamatan Guluk-Guluk...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...