Daerah  

Penghasilan Ojol Probolinggo Terus Merosot, Driver Minta Pemerintah Hadir

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Pendapatan para pengemudi ojek online (ojol) di Kota Probolinggo kian tergerus. Kondisi ini kontras dengan masa sebelum pandemi Covid-19, ketika mereka masih bisa mengantongi penghasilan harian hingga ratusan ribu rupiah.

Hernati Mediani, 64 tahun, driver ojol senior asal Kedopok, mengingat betul masa-masa itu. “Dulu sebelum pandemi, sehari bisa dapat Rp200 ribu sampai Rp300 ribu. Sekarang jauh sekali,” ujarnya, Senin, 25 Agustus 2025.

Menurut Hernati, kini penghasilan sangat bergantung pada restoran dan penumpang, terutama pelajar dan pegawai yang menjadi pengguna utama transportasi online. Salah satu titik andalan adalah restoran Gacoan, yang dikenal ramai karena harga terjangkau. Namun, beberapa bulan terakhir pesanan dari restoran itu juga menurun. “Imbasnya langsung ke kami, driver. Harapannya pemerintah bisa mencarikan jalan keluar,” katanya.

Baca juga  Ratna Juwita Sari, Tak Perlu Banyak Janji Cukup Bicara Lewat Karya

Hal serupa dirasakan Siti Mujaida, 48 tahun, pengemudi ojol asal Wonoasih. Ia mengeluh beban hidup semakin berat sementara orderan makin sepi. “Sekarang persaingan makin ketat, orderan makin sedikit, tapi kebutuhan rumah tangga terus naik. Kami mohon pemerintah bisa memikirkan nasib driver ojol,” tutur Ida.

Maraknya pendaftaran driver ojol, baik di kota maupun kabupaten, membuat persaingan semakin sengit. Bagi sebagian warga, menjadi driver ojol adalah satu-satunya cara cepat memperoleh penghasilan di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan. Meski hanya berstatus mitra, pekerjaan ini tetap menjadi penopang utama ekonomi rumah tangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *