PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Menjelang hari raya Idul Fitri, sejumlah masyarakat mulai memadati pusat-pusat perbelanjaan. Begitu pun yang terjadi di Pasar Tanah Abang beberapa hari terakhir. Masyarakat berkerumun memadati pasar tanpa menjaga jarak.
Kabid Komunikasi Satgas Penanganan Covid-19 Hery Trianto mengatakan, hal tersebut benar-benar menjadi peringatan bagi kita semua untuk mengantisipasi segala sesuatu yang terjadi dari potensi kerumunan yang ada.
“Laporan terkait pelanggaran kerumunan yang akhir-akhir ini banyak diterima oleh Satgas akan kami jadikan masukan untuk modifikasi kebijakan. Namun sebaik-baiknya kebijakan yang dibuat, haruslah ada sikap supportif dari masyarakat,” sambung Hery Trianto
Lonjakan pengunjung di Pasar Tanah Abang yang beredar di media sosial, menjadi tontonan yang bertolak belakang dengan langkah pemerintah pusat mengendalikan penyebaran virus Covid-19.
Pada saat yang sama, pemerintah pusat gencar melakukan larangan mudik pada Lebaran ini hingga mengeluarkan imbauan supaya tidak membuat kerumunan. Namun, kerumunan pengunjung yang terjadi di Pasar Tanah Abang seperti seolah-olah tidak ada takutnya masyarakat terhadap masa pandemi Covid-19.
“Kita harus segera konsolidasi. Gubernur, Satgas daerah dan aparat keamanan TNI-Polri untuk mengkanalisasi, supaya segera diurai, sehingga tidak sampai terjadi penumpukan pengunjung lagi, apalagi jika sampai sore hari,” ujarnya.
Sementara Dirut Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin, menjelaskan timnya bakal mengevaluasi pengawasan serta mengatur kembali pelbagai langkah penertiban pengunjung di setiap pasar, khususnya Pasar Tanah Abang.
“Kita akan bergerak cepat, dan tidak ada tawar-menawar terkait pelaksanaan protokol kesehatan. Kita tegaskan bahwa tidak ada pelarangan untuk berbelanja di pasar. Kita hanya akan mengatur kembali skema pengawasan, agar tidak terjadinya kerumunan yang berpotensi menciptakan klaster baru di area pasar,” tutur Arief.
(RED/PR.ID)




