PILIHANRAKYAT.ID, JAKARTA – Dalam rangka mengampanyekan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyambangi beberapa pondok pesantren (Ponpes) di wilayah Jawa Timur, Senin (5/11/2018). Sebelumnya, Jumat (2/11) Menteri Susi menyambangi Ponpes Nurul Jadid Probolinggo, Sabtu (3/11), mengunjungi ponpes Al-Fattah Silahul Yaqin Situbondo dan Ponpes Darussalam Banyuwangi. Kemudian, Minggu (4/11) kegiatan digelar di Sekolah Pesantren Entrepreneur Al Maun Muhammadiyah (S-PEAM) Pasuruan.
Dalam Roadshow makan ikan tersebut, Menteri Susi didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo; Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Rina; dan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Brahmantya Satyamurti Poerwadi.
Baca Juga:
- Indonesia Bertekad Lindungi Laut dan Menjadi Negara Poros Maritim Dunia
- Susi Pudjiastuti Menebar Kisah Inspiratif Kepada Mahasiswa Lulusan Universitas Sampoerna
- Susi Pudjiastuti Mengaku Keluar Dari Sekolah Karena Sekolah Tidak Cocok Baginya
Menteri Susi menjelaskan, Ponpes dipilih sebagai representasi dari generasi muda yang menjadi ujung tombak kemajuan bangsa. “Program Gemar Makan Ikan ini merupakan program pemerintah, untuk membangun manusia Indonesia yang sehat, pintar dan punya kapasitas untuk bersaing dalam ekonomi global,” ungkapnya.
Selama ini, ungkapnya, konsumsi ikan masyarakat di Jawa Timur masih terbilang sangat rendah, yakni di bawah 20 kg per kapita per tahun, jauh di bawah rata-rata konsumsi ikan nasional saat ini yang mencapai 47 kg per kapita per tahun.
“Jatim dan Jateng konsumsi ikannya paling rendah. Padahal, ikan banyak mengandung omega yang penting buat perkembangan otak agar pintar. Kenapa memilih santri sebagai sasarannya? Karena dari data BPS, santri masih kurang makan ikan,” lanjutnya.
Susi menyampaikan pada para santri, pendidikan formal merupakan salah satu jalan yang dapat ditempuh untuk memajukan negeri. Menurut dia, fisik manusia penuh dengan keterbatasan, karena itu manusia tak bisa menggantungkan kehidupan pada pancaindra semata, melainkan harus mengoptimalkan kemampuan intelektual. “Kecepatan kita sebagai manusia biasa juga terbatas. Jadi belajar dengan smart, try to learn, to think, to hear, to see, tanpa membatasi diri dengan pancaindra kita,” tutur Susi.
Ditambahkan Susi, meski telah mencicipi bangku sekolah, mengikuti pelatihan dan pendidikan, namun jika IQ rendah akibat kurangnya asupan gizi akan membuat generasi muda sulit untuk bersaing. Maka menurutnya, makan ikan yang kaya dengan berbagai asupan nutrisi, protein, dan vitamin adalah salah satu solusi terbaik. “Jadi tolong yang tidak suka ikan, mulai paksa untuk suka ikan. Ikan itu mengandung omega 3 yang penting untuk pertumbuhan IQ manusia,” hematnya.
Baca Juga:
- Menteri Susi Ajak Mahasiswa Universitas Columbia Kelola Perekonomian Laut Berkelanjutan
- Susi Pudjiastuti: Laut Tumpuan Hidup Bangsa Tengah Menghadapi Ancaman
- Empat Tahun Jadi Menteri, Susi Tenggelamkan 488 Kapal Illegal Fishing
Tak hanya itu, Susi juga berpendapat bahwa integritas dan harga diri diperlukan dalam membangun negeri. “Tugas kita untuk menjadi profesional yang paling penting adalah integrity. Integrity kemudian kalian punya dignity. Integrity itu adalah kemampuan menjaga diri dari bujukan, hasutan untuk berbuat hal yang tidak sesuai, misalnya korupsi. Sementara dignity itu harga diri, kehormatan diri, jadi harus di jaga. Dengan dignity orang akan menghormati kalian,” katanya.
Ia pun menyampaikan keinginannya agar kegiatan kampanye Gemarikan ini dapat dilaksanakan secara konsisten dan dapat mencapai hasil yang ditargetkan. “Kalau kampanye ini berhasil, sekarang saja sudah keliatan pintar-pintar. Jika makan ikanya seperti anak-anak Indonesia timur, pasti akan lebih pintar lagi,” ucapnya.
Tak hanya mengajak untuk makan ikan, ia juga mengajak santri peduli terhadap laut dan perairan lainnya. Bahkan ia mengungkapkan keinginannya agar dibentuknya program studi kelautan dan perikanan di berbagai Ponpes di Indonesia.
Menurut Susi, kelautan dan perikanan juga merupakan sektor di mana para generasi muda dapat mengembangkan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship). “Ini terobosan kita dalam membangun lapangan pekerjaan. Menjadi pengusaha sangat jauh lebih baik yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” pungkasnya.
Simak:
- Susi Optimis Riau Akan Kembali Menjadi Bandar Ikan
- Menteri Susi: Indonesia Luar Biasa, Tapi Kita telah Gadaikan Kedaulatan kita
- Susi: Negeri Tanpa Kedaulatan Seperti Kita Tanpa Harga Diri
Editor: Didik Hariyanto





