PILIHANRAKYAT.ID, Indonesia-Kongres Pengurus Besar (PB ) PMII di Kalimantan Timur (Kaltim) masih bersifat tertutup. Pasalnya, Ketua Umum PB PMII Agus Herlambang enggan memberikan penjelasan terkait kongres PB PMII kenapa bertempat di Kalimantan Timur?
Ketika Agus Herlambang dimintai keterangan tertulis oleh salah satu wartawan Pilihanrakyat.id pada Rabu (22/1), dirinya masih belum bisa. Alasanya Agus, masih banyak agenda dan dijanjikan akan memberikan keterangan secepatnya.
“Assalamualaikum, selamat siang. Saya wartawan pilihanrakyat.id ingin wawancara terkait kongres PB Yang ada di Kaltim, Bisa minta waktunya?.”
“Siap, Saya masih acara pelantikan”, tulis Agus.
Ke esokan harinya melalui via WhatsApp, Agus Herlambang kembali dikonfirmasi untuk memberi keterangan soal Kongres PB kenapa bertempat di Kaltim?
“Besok ya mas. Saya masih di jalan di Sulsel”, kata Agus.
Riskan. Sejauh ini Kalimantan Timur masih hangat dengan isu perpindahan ibu kota baru. Opini yang beredar, pro kontra di ruang publik atas pemilihan ibu kota baru di Kalimantan Timur tersebut.
Bahkan beberapa kali aksi penolakan dari elemen masyarakat dan mahasiswa untuk pemerintah mempertimbangkan lagi soal Kaltim sebagai ibu kota baru.
Meski terlihat masih sangat sedikit media dan organ mahasiswa enggan mereview isu Kaltim dan ancaman ruang hidup masyarakatnya.
Semantara itu, isu ini merupakan isu internasional dan terbilang proyek pemerintah, sedang dimanapun proyek pemerintah pasti politis dan penuh rekayasa.
PB PMII sebagai barometer gerakan mahasiswa dan tempat akal sehat seolah terasa ganjil didengar, ketika hanya persolan “tempat kongres”, PB PMII pihaknya masih enggan memberikan keterangan.
Sebelumnya, pelaksanan kongres PB PMII ada lima tempat yaitu Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Lampung, Provinsi Sulawesi Selatan,dan Provinsi Bali-Nusa Tenggara. Akan tetapi, dari lima daerah itu, Provinsi Kalimantan Timur yang resmi dijadikan tempat kongres PB PMII.
Lantas apakah kongres PB PMII ini ada kaitannya dengan perpindahan ibu kota baru? wallahua’lam.
(Tim Redaksi/PR.ID)




