Penguatan Sektor Perekonomian Indonesia, Wamenkeu; 4 Tahap Menuju Ekonomi Internasional

Penguatan Sektor Perekonomian Indonesia, Wamenkeu; 4 Tahap Menuju Ekonomi Internasional, (Foto: DDTCN News)
Penguatan Sektor Perekonomian Indonesia, Wamenkeu; 4 Tahap Menuju Ekonomi Internasional, (Foto: DDTCN News)

PILIHANRAKYAT.ID, JAKARTA- Kementerian keuangan  (Kemenkeu) memiliki trik dalam penguatan di bidang sektor perekonomian di Indonesia. Ada beberapa hal yang disodorkan oleh Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo. Dia mengatakan tahapan itu dibagi menjadi  4 (empat) bagian. hal itu merupakan cara agar sektor publik dalam menghadapi tantangan ekonomi menuju ekonomi international yang akuntabilitas dari sektor publik, sekaligus mengambil keputusan yang tepat dengan statistik keuangan yang benar.

Mardiasmo menegaskan bahwa, ada 4 bagian yang harus dilakukan yaitu mempertahankan dan meningkatkan kualitas laporan keuangan pemerintah. Kedua, memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola Keuangan Negara terkait Akuntansi dan Pelaporan Pemerintah. Ketiga, mengoptimalkan pemanfaatan data dan informasi keuangan dalam pengambilan keputusan/kebijakan fiskal, khususnya informasi keuangan akrual. Dan Keempat, mengintegrasikan informasi fiskal nasional yang meliputi konsolidasi informasi keuangan Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah.

Hal ini disampaikan Wamenkeu pada acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2019 dengan tema “Pemanfaatan Statistik Keuangan Pemerintah untuk Pengambilan Kebijakan yang Berkualitas” di aula Djuanda gedung Juanda I Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (11/09).

Baca juga  DPRD Probolinggo Siap Kawal Usulan Perda Kerukunan Umat Beragama

Ia mengatakan kinerja sektor publik akan berjalan optimal jika SDM yang menjalankannya memiliki kapasitas yang memadai dan mumpuni. “Kinerja sektor publik yang benar akan menjawab tantangan akuntabilitas sektor publik sekaligus menjawab ketimpangan kompetensi aparatur publik,” jelas Wamenkeu di depan jajaran Kementerian Keuangan.

Selain itu, Mardiasmo menambahkan bahwa sektor publik harus bisa adaptif sekaligus melakukan inovasi dalam menghadapi tantangan implementasi statistik keuangan pemerintah. Pasalnya, masih banyak yang terjadi jeda waktu (time lag) yang cukup lama untuk memperoleh data keuangan Pemerintah Daerah secara lengkap dan andal.

Baca juga  Faisol, 150 Sak Semen Untuk MWC NU Leces

“Suatu entitas (sektor publik) bukan hanya dinilai dari fisiknya saja tapi juga dari inovasinya (dalam mengambil kebijakan),” tambah Wamenkeu.(Ely/PR.ID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *