Menteri Susi Ajak Mahasiswa Universitas Columbia Kelola Perekonomian Laut Berkelanjutan

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak para mahasiswa di School of International and Public Affairs (SIPA), Columbia University untuk mengelola perekonomian laut berkelanjutan (sustainable ocean economy).


PILIHANRAKYAT.ID, NEW YORK – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak para mahasiswa di School of International and Public Affairs (SIPA), Columbia University untuk mengelola perekonomian laut berkelanjutan (sustainable ocean economy).

“2/3 wilayah Indonesia adalah perairan atau sekitar 6,4 juta km persegi. Indonesia juga memiliki pantai kedua terpanjang di dunia yaitu 108.000 km. Bahkan 14 persen dari karang dunia ada di Indonesia,” kata Menteri Susi di hadapan 140 mahasiswa yang umumnya berasal dari Indonesia saat mengisi kuliah umum di kampus tersebut, Rabu (26/9/2018) lalu.

Baca: Menteri Susi Menjadi Sosok Inspiratif Dalam Pertemuan SDSN ke-13 di New York

“Oleh karena itu, tata kelola yang tepat dibutuhkan untuk mengoptimalkan produktivitas sumber daya kelautan dan perikanan melalui tiga pilar yang dicanangkan pemerintah Indonesia, yaitu kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan,” imbuhnya di acara yang dimoderatori oleh Dosen Senior International and Public Affairs, Prof. Sarah Tjossem.

Baca juga  Menteri Berpolitik, LAKSNU: ASN akan Menjadi Mesin Politik?

Menurut Menteri Susi, dengan kedaulatan, bangsa Indonesia bebas mengelola lautannya untuk kepentingan nasional tanpa ada intervensi dari luar. Selain itu, Indonesia juga bebas mengamankan sumber daya alam yang dimilikinya dari jarahan negara asing. “Kedaulatan ini sudah berhasil diraih Indonesia melalui upaya tegas dan konsisten dalam memerangi illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing,” ujarnya.

Namun, lanjutnya, kedaulatan saja tidak cukup. Ia pun mengingatkan bahwa sumber daya laut dapat terus berkurang dan habis sedangkan ia harus terus ada untuk diwariskan kepada generasi mendatang. “Pemanfaatan dan pengembangan laut harus diarahkan untuk memenuhi aspek keberlanjutan,” katanya.

Baca juga: Susi Pudjiastuti Sebut Perang Dagang Cina-AS Peluang Bagi Produk Perikanan Indonesia

Susi menegaskan, sumber daya laut yang ada di suatu negara harus dikelola secara bijak untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.

“Kesejahteraan masyarakat memang menjadi prioritas sebagaimana telah diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945 Republik Indonesia. Masyarakat berhak atas kesejahteraan dan keamanan dengan memperoleh lingkungan yang sehat, akses terhadap kesehatan dan pendidikan, hingga perlindungan atas ancaman terhadan Hak Asasi Manusia (HAM),” kata Susi.

Baca juga  Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Tidak Di Undang Saat Pengarahan Kader, Ada Apa PDIP?

Namun, sambungnya, laut yang menjadi tumpuan hidup banyak bangsa ini kini tengah menghadapi ancaman. World Ocean Assessment menyebutkan, 1/5 dari setiap km kubik volume lautan terkontaminasi pencemaran laut. “Setiap tahunnya ada sekitar 6,4 juta ton sampah masuk ke lautan di seluruh dunia atau sekitar 13.000 lembar per km persegi. Saat ini diperkirakan ada sekitar 5,25 triliun potongan plastik di lautan. Bayangkan besarnya pencemaran yang telah disebabkan terhadap laut kita,” ungkapnya.

Baca: Menteri Susi Pudjiastuti Dorong Lulusan STP Perkuat Sektor KP Bardaulat

Dalam kunjungan kerjanya di New York, Amerika Serikat tersebut, Menteri Susi didampingi Koordinator Staf Khusus Satgas 115 Mas Achmad Santosa.

Editor: Didik Hariyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *