PILIHANRAKYAT.ID, Gejola rasisme yang dilakukan oleh oknum tertentu terus mendapat perlawan dari masyarakat khususnya dari masyarakat Papua. Perlawan demi perlawan terus dikobarkan, sampai hari ini (16/09/2019) masih terjadi perlawanan di Yahukimo dan Yapen Serui
“Aksi menentang rasisme di Papua terus menerus berlangsung sampai hari ini (16/09/19) seperti di Yahukimo dan Yepen serui”, jelas Natalius Pigai dalam keterangan rilis yang diterima oleh redaksi.
Natalius Pigai selaku Aktivis Kemanusian menyayangkan ke aparat atau “anak buahnya” Jokowi yang tidak bisa menghentikan gegolak di Papua, malah menyulut api perlawanan dari masyarakat Papua.
“Pak Jokowi harus tahu, berbagai nasehat dan Pola2 yang diterapkan oleh anak buahnya di Papua itu sudah sudah salah dan membahayakan” tegasnya
“Jakarta boleh saja rekayasa apa saja yg mau, boleh saja tenang2, boleh saja kriminalisasi rakyat Papua, boleh saja membela pelaku tetapi api perjuangan menentang rasialisme dan Papua Phobia di Papua sudah berkobar. Ini soal harga diri, harkat dan martabat” tambahnya.
Mayarakat Papua sebagi korban malah diteror sampai ada yang harus kehilangan nyawa.
“Anda tidak sopan! SAYA BANGSA PAPUA INI KORBAN, tapi saya yang diteror, ditangkap, disiksa, ditembak, dibunuh. Memang kamu siapa?” kata Natalius. (Cipto/PR.ID)




