Oleh: KH. Tauhidullah Badri*
PILIHANRAKYAT.ID, Kraksaan-Fenomena mewabahnya virus corona semestinya menyadarkan kepada kita betapa tidak berdayanya kita sebagai manusia, kita hamba yang faqir selalu bergantung dan membutuhkan Allah”.
Sebagamana imam Ibn Atha’illah menyebutkan:
فاقتك لك ذاتية وورود الأسباب مذكرات لك بما خفي عليك عنها والفاقة الذاتية لا ترفعها العوارض
“Ketergantungan kepada Allah adalah hakikatmu, sedangkan munculnya sebab-sebab ketergantungan adalah pengingat akan hakikatmu yang tidak engkau sadari. Dan ketergantungan yang bersifat haikiki itu takkan mungkin pernah terpenuhi oleh sesuatu yang nisbi”
Dengan adanya fenomena corona terlihat keberadaan manusia yang tidak berdaya, fakir dan senantiasa bergantung kepada Allah. Karenanya kita harus semakin taqarrub dan selalu berdoa kepada Allah.
لا إلـه إلا الـلٌٰــه مـحـمـد رسـول الـلٌٰـه
۞اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞
Harapan
Perbedaan pendapat para ulama’ dalam menyikapi virus corona merupakan sesuatu yang lumrah, perbedaan muncul karena berbeda cara pandang atau berbeda cara. Secara subtansial intinya sama, yaitu untuk kemaslahatan ummat.
Pendapatnya didasari ilmu dan dilandasi kasih sayang kepada ummat. Ulama’ adalah orang-orang yang melihat umat dengan kacamata kasih sayang هم الذين ينظرون الأمة بعين الرحمة .
Yang terpenting sekarang bagaimana sikap atau kebijakan konkrit Pemerintah.
Pemerintah perlu melibatkan ulama’ dan tim medis atau ahli kesehatan untuk membuat langkah dan kebijakan bersama dalam menanggulangi penyebaran virus corona demi menciptakan rasa tenang, aman dan untuk mengembalikan suasana yang kondusif.
تَصَرُّفُ الْأِمَاِم عَلَى الرَّاعِيَّةِ مَنُوْطٌ بِالْمَصْلَحَةِ
“Kebijakan pemimpin terhadap rakyatnya harus mengacu kepada kemaslahatan.”
Dengan adanya kebijakan pemerintah sebagai ulil amri tentunya harus diikuti oleh rakyat.
Semoga Allah melindungi kita semua dan mengangkat virus corona dari bumi. Aamiin
*Pengasuh Pondok Pesantren Badridduja Kraksaan Probolinggo




