Jokowi Meminta MA Membatalkan Kenaikan BPJS

- Advertisement -

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Mahkama Agung (MA) mempunyai inisitif akan menaikan iuran BPJS, tapi semua itu kandas karena Presiden Jokowi membatalkan hal itu lantaran kondisi Indonesia hari ini tidak baik-baik. Hal itu untuk mencegah masyarakat yang terkana virus corona, agar mudah untuk diatasi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengatakan bahwa pemerintah akan menyiapkan anggaran untuk pembiayaan BPJS Kesehatan pasien Covid-19. Anggaran akan disiapkan dari APBN dan APBD.

“Soal pembiayaan BPJS untuk pasien Covid-19, siapkan beban biaya pelayanan kesehatan atas penanganan wabah bencana Covid-19 ini dalam APBN dan APBD,” ujar Jokowi dalam ratas mengenai Pembiayaan BPJS Kesehatan yang disiarkan langsung lewat akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (24/3/2020).

Baca juga  Motoran Seperti Dilan, Jokowi Blusukan di Sukabumi

Jokowi juga meminta agar kepala daerah mengatur kembali alokasi anggaran di APBD untuk pembiayaan BPJS Kesehatan, di tengah pandemi Corona ini. “Kita harus pastikan, gubernur, bupati, wali kota melakukan realokasi anggaran APBD untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terpapar Covid-19,” ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan sangat berpengaruh terhadap layanan kesehatan di Indonesia. Jokowi pun meminta penyelesaian dasar hukum baru untuk proses pembiayaan.

“Pembatalan kenaikan iuran BPJS ini tentu berpengaruh terhadap layanan kesehatan dan masyarakat terutama pasien COVID-19. Oleh sebab itu saya tekankan beberapa hal, pertama penyelesaian dasar hukum baru yang dibutuhkan untuk pembiayaan sehingga terhadap kepastian pelayanan yang baik bagi pasien maupun pihak rumah sakit,” kata Jokowi.

Baca juga  Covid-19! Menag; Jangan Mudik Kalau Sayang Sama Orang Tua
Baca juga  Minumlah Tiga Cangkir Kopi Sehari Supaya Lebih Sehat

Jokowi mengatakan penyelesaian dasar hukum tersebut untuk memberikan kepastian kepada pasien dan rumah sakit. Dia juga meminta rumah sakit berfungsi penuh dalam proses penjaminan pasien.

“Kemudian hal ini difokuskan untuk menjaga rumah sakit dapat berfungsi penuh terutama alur penjaminan pasien dalam perawatan serta proses percepatan pembayaran dan yang dibayarkan kepada rumah sakit,” ujar dia. (Rifa’i/PR.ID)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Tips Menjadi Trading Handal Bagi Pemula, No 1 Andalan Mimin

Bagaimana tips menjadi trading handal, khusunya bagi kamu sebagai pemula? Pertanyaan itu mungkin seringkali muncul di benak kalian, apalagi didukung dengan berbagai kemudahan teknologi dan informasi yang saat ini sudah melimpah ruah.

Harlah NU, Kader NU Tambelang Harus Semakin Maju

PILIHANRAKYAT.ID, Krucil - Dalam rangka Harlah NU yang ke 96. Ranting NU Desa Tambelang Kecamatan Krucil Probolinggo...

Launching KTA IA UPN V Yogyakarta

PILIHANRAKYAT.ID, Yogyakarta - Pengurus Ikatan Alumni (IA) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta launching Kartu Tanda Anggota...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...