News  

Kaisar Abu Hanifah: Perlindungan Kesehatan Perempuan di Industri Nasional Harus Jadi Prioritas

PILIHANRAKYAT. ID, Jakarta-Anggota DPR RI Komisi VII dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kaisar Abu Hanifah, menyerukan pentingnya perhatian serius terhadap kesehatan perempuan yang bekerja di sektor industri nasional, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Perempuan Internasional yang jatuh pada 28 Mei 2025.

Kaisar menegaskan bahwa perempuan merupakan elemen vital dalam ekosistem industri nasional, mulai dari buruh pabrik, teknisi, hingga tenaga ahli. Namun, sayangnya masih banyak dari mereka yang menghadapi risiko kesehatan tinggi akibat lingkungan kerja yang belum sepenuhnya ramah gender.

“Kita tidak bisa bicara soal kemajuan industri nasional tanpa memastikan perempuan yang bekerja di dalamnya terlindungi secara kesehatan — baik fisik, mental, maupun reproduktif,” ujar Kaisar di kompleks parlemen, Rabu (28/5/2025).

Baca juga  Ekonomi Melemah, Pemerintah Andalkan Diskon Nasional untuk Pacu Daya Beli

Ia menyoroti masih minimnya fasilitas kesehatan spesifik perempuan di sejumlah kawasan industri, seperti ruang laktasi, cuti haid yang tidak distigmatisasi, hingga akses layanan kesehatan mental.

Dalam konteks ini, ia mendesak pemerintah dan pelaku industri untuk mengadopsi kebijakan yang berpihak pada kebutuhan riil pekerja perempuan.

Sebagai anggota Komisi VII yang membidangi energi, riset, dan industri strategis, Kaisar juga mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mengintegrasikan isu kesehatan perempuan ke dalam kebijakan industri.

“Kami di Komisi VII siap mendorong agar program industrialisasi nasional ke depan tidak hanya mengejar target produksi, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan dan keberlanjutan tenaga kerjanya, termasuk perempuan,” tambahnya.

Baca juga  Probolinggo Berdarah; Tusukan Cinta yang Mengundang Maut

Ia juga menyebut pentingnya riset dan data berbasis gender dalam pengambilan kebijakan industri. Menurutnya, tanpa data yang inklusif, pengambilan keputusan akan terus bias dan mengabaikan kebutuhan perempuan pekerja.

Legislator dari Yogyakarta ini menyampaikan bahwa Hari Kesehatan Perempuan Internasional harus menjadi momentum refleksi dan aksi bersama dalam menjadikan kesehatan perempuan sebagai fondasi pembangunan bangsa.

“Saya punya kesimpulan, di balik sehatnya perempuan, maka akan sehat pula peradaban industri kita,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *