News  

Mahasiswa Jogja yang Tergabung Dalam Koalisi KOMAR, Selenggarakan Diskusi Tentang “Radikalisme”

Sekelompok Mahasiswa Jogja yang Tergabung Dalam Koalisi KOMAR, Selenggarakan Diskusi Bertemakan “Radikalisme”
Foto: [email protected]

PILIHANRAKYAT.ID, Yogyakarta – Koalisi Mahasiswa Anti Radikalisme (Komar) menyelenggarakan diskusi tentang radikalisme yang seringkali jadi momen musiman di Indonesia.

Selain itu, maraknya radikalisme tanpa kita sadari sudah semakin luas penyebarannya khususnya bagi kehidupan bangsa ini.

Acara diskusi tentang radikalisme ini bertujuan ingin menyadarkan masyarakat khususnya anak muda agar tidak mudah di doktrin oleh kelompok radikal, karena mereka banyak cara Yang digunakan agar masyarakat Indonesia terpengaruh oleh kelompok mereka.

Fahri selaku master of ceremony (MC) acara diskusi ini mengatakan bahwa kita selaku mahasiswa yang mempunyai wawasan atau ide-ide baru dan lebih terbuka, harus mampu memberikan terobosan baru terhadap masyarakat yang tidak sadar akan hal itu.

“Radikalisme ini merupakan hal yang paling penting kita bahas dalam diskusi kali ini. Sebab, isu radikalisme merupakan hal yang paling urgen dalam suatu negara, apalagi negara Indonesia,” ujarnya.

Acara diskusi ini dibingkai dengan semenarik mungkin sebab, jarang sekali kalangan mahasiswa membahas terkait tentang isu-isu agama, nasionalisme, maupun kesadaran terkait masalah pemahaman tentang bela negara.

Baca juga  BPH Migas Dorong Pemanfaatan Gas Bumi untuk Perkuat Ketahanan Energi

Sebab kita tahu, bahwa jaringan radikalisme di Indonesia memiliki akses tertutup dengan pendanaan tidak langsung berupa Kotak amal yang disebar di seluruh pelosok tanah air.

Dalam hal ini, Rifai menyebutkan, bahwa Kotak Amal itu tersebar di berbagai kota, diantaranya Sumut dengan jumlah 4.000 kotak, Lampung 6.000 kotak, Jakarta 48 kotak, Semarang 300 kotak, Pati 200 kotak, Temanggung 200 kotak, Solo 2.000 kotak, Yogyakarta 2.000 kotak, Magetan 2.000 kotak, Surabaya 800 kotak, Malang 2.500 kotak dan Ambon 20 kotak yang ada di Indonesia.

Memang banar, “Sampai detik ini, terhitung ada sekitar 20.000 an kotak amal yang disebar oleh kelompok-kelompok radikal tersebut,“ tegas Rifai, selaku Peserta diskusi kali ini.

Juju menambahkan bahwa Radikalisme melalu gerakan di akar rumpun memang sangat Tertutup, akan tetapi hal itu menjadi ancaman besar bagi kita untuk meluruskannya, karena kita selaku mahasiswa yang mempunyai sifat agen of control.

Baca juga  Tanggap Bencana, Mas Dhito Turun Langsung Tangani Lahan Pertanian Terendam Banjir di Purwoasri

“Mahasiswa harus menjadi garda paling depan dalam urusan apapun, apa lagi dalam urusan ancaman Radikalisme yang ada di Indonesia,” tambah JuJu selaku peserta diskusi.

Acara diskusi ini bertempat di Cafe Basa-basi, Nologaten, Yogyakarta pada tanggal 25 February 2022, dan dihadiri oleh segenap elemen mahasiswa Jogja yang tergabung dalam KOMAR.

kotak amal yang diberikan oleh kelompok radikal itu merupakan hal yang paling sederhana yang tanpa sadari masyarakat tidak sadar bahwa kotak amal itu lah merupakan rangkaian yang dibuat oleh sekelompok radikal untuk menjalankan organisasinya agar lebih maju. Dan kotak amal itu sudah banyak di Indonesia dan tersebar luas di beberapa daerah di seluruh Indonesia diantaranya. (PR/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *