PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengerahkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meredam potensi bencana susulan akibat cuaca ekstrem di sekitar Gunung Semeru. Langkah ini dilakukan setelah aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Jawa itu kembali meningkat dan hujan lebat dikhawatirkan memperparah kondisi di lereng maupun daerah aliran sungai.
Sejak Rabu, 26 November 2025, pesawat Cessna Caravan C208 milik Puspenerbal Juanda terbang rendah di atas wilayah selatan Jawa Timur. Dalam setiap sortie, kru penerbangan menebarkan campuran natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO) ke awan bahan pemicu kondensasi yang diharapkan mampu mengendalikan distribusi hujan. Hingga Sabtu malam, total sembilan ton material semai sudah ditaburkan melalui sembilan penerbangan.
OMC ini menyasar wilayah perairan selatan Jawa Timur, Malang bagian selatan-barat, hingga sektor barat, barat daya, dan utara Semeru zona yang dianggap rawan bila hujan ekstrem turun mendadak. Di kawasan itu, endapan abu vulkanik dan material guguran masih menumpuk, sehingga setiap curah hujan tinggi berpotensi memicu banjir lahar dingin dan longsor.
“Kegiatan ini untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem di tengah situasi Semeru yang masih labil,” kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Sabtu malam, mengingatkan warga agar waspada pada angin kencang dan hujan deras yang meningkat dalam beberapa hari terakhir.
BMKG dan BNPB mencatat intensitas awan konvektif di selatan Jawa Timur belakangan ini cenderung naik, sementara daerah terdampak erupsi masih berada dalam status siaga terhadap cuaca buruk. OMC, bagi pemerintah daerah, menjadi upaya mitigasi tambahan meski efektivitasnya tetap bergantung pada kondisi atmosfer dan dinamika cuaca harian.
Di permukaan, warga diminta membatasi aktivitas luar ruang saat cuaca memburuk. Jalan-jalan menuju sektor tenggara Semeru juga dipantau ketat untuk mengantisipasi potensi lahar hujan yang bisa datang tanpa peringatan panjang.




