PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta- Ratusan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dari berbagai wilayah dan kabupaten/kota di Indonesia menduduki sekretariat PB PMII di jalan Salemba Tengah No.57, RT.10/RW.8, Paseban, Kecamatan Senen, Kota Jakarta Pusat, pada Rabu (15/12) dini hari. Beberapa oknum dengan mengatasnamakan perwakilan dari PKC dan Cabang yang ada di beberapa daerah Sultra dan Sulsel, hal ini membuat seluruh kader yang ada di PKC dan Cabang kaget akan kehadiran beberapa oknum di sekretariat PB PMII.
Pasalnya, mereka tidak pernah melibatkan atau mendelegasikan kader-kadernya untuk menghadap langsung dengan PB PMII di Jakarta.
Muh Ilham selaku Ketua Cabang Makassar menuturkan bahwa pihaknya tidak pernah mendelegasikan kadernya untuk ke Jakarta, apalagi dengan tujuan menuntut kinerja PB PMII.
“Saya tidak pernah menedelegasikan kader untuk berangkat ke Jakarta apalagi untuk menuntut kinerja PB PMII dengan berbagai macam alasan. Saya pun sendiri kaget akan hal ini karena membawa nama kader PMII padahal nyatanya kami tidak pernah melalukan pergerakan dan tetap mengikut pada keputusan Ketua Umum PB PMII,” bebernya.
Lebih lanjut kata dia, itu hanyalah ulah para oknum yang berniat untuk menghancurkan konstitusi organisasi PMII.
“Mereka hanyalah oknum yang dapat menghancurkan konstitusi organisasi pergerakan kami. Kami tidak tau dan tidak pernah setuju akan pergerakan seperti itu dan saya melihat beberapa pamplet yang mengatas namakan kader PMII se-Nusantara memblokade sekretariat PB PMII. Padahal nyatanya hanya sekelompok oknum dan kader PMII se-nusantara itu sangat banyak bukan hanya 166 tapi lebih dari itu lantas mengatasnamakan kader PMII se-nusantara. Ini sama saja melanggar atau berkhianat kepada organisasi pergerakan ini,” pungkasnya.
Tak hanya itu, Muh Ilham juga menegaskan bahwa pemblokadean PB PMII ini adalah catatan yang sangat penting, bagaimana mungkin sekelompok kader datang atas dasar kepentingan kelompoknya tapi melakukan hal yang mencedrai nama besar PMII.
“Kita bisa lihat bagaimna gerakannya yang di pertontonkan ketika blokade di sekret PB PMII. Itu masih gambaran kecil, kita juga bisa lihat bagaimna ketika Sekertaris Jendral PB PMII mencoba untuk melakukan mediasi terhadap beberapa kader yang datang ke PB PMII tapi belum selesai bicara oknum dari kelompok Sulsel dan Sultra melakukan tindakan yang tdk sewajarnya kepada Sekjen, dengan memukul botol ke Sekjen, dan Sekjen di larikan keluar dari Sekret PB PMII untuk menghindari ricuh dengan oknum kelompok tersebut,” ungkap Ilho sapaan akrabnya.
“Dari angka yang di sebar luaskan mancapai 166 orang, itu mngkin bisa di verfikasi juga, apa betul kader yg datang ke Jakarta ini paham akan soal konsitusi atau hanya ikut-ikut, lantas membahas soal konsitusi masih cacat di PB PMII. Apakah gerakan dari sekelompok oknum menguntungkan bagi setiap kader atau hanya segelintir kelompok saja,” pungkasnya mengakhiri.
(RED/PR.ID)




