Yudi Latif: Negara dan Masyarakat Sipil Punya Andil Besar Untuk Menjaga Pancasila

- Advertisement -

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Pakar Aliansi Kebangsaan, Yudi Latief, mengungkapkan bahwa dalam rangka mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara dan rujukan moral publik, negara dan masyarakat sipil sama-sama memiliki peran penting masing-masing.

Menurut Yudi, dalam menjalankan nilai-nilai mulia Pancasila, negara harus bisa membatasi penafsiran masyarakat.

“Untuk memastikan bahwa cara masyarakat menafsir Pancasila itu tetap di dalam bingkai dasar ontologis dari Pancasila,” ujar Yudi dalam seminar bertajuk Bincang Kebangsaan: Kajian terhadap TWK KPK dari Perspektif Pengukuran pada Kamis, (28/5).“

Kenapa peran negara penting? Karena, kan, komunitas [kelompok masyarakat sipil] juga macem-macem dan cara menafsir terhadap Pancasila-nya juga bisa ada elemen-elemen fanatisisme di dalam masyarakat yang bisa keluar dari garis kontur,” tambah Yudi.

Oleh karena itu, menurut Yudi, peran negara menjadi sangat dibutuhkan dalam situasi seperti ini. Dalam pandangannya, negara bisa menegakkan aturan hukum (rule of law) serta keamanan (security) supaya tidak terjadi pemaksaan pandangan di tubuh masyarakat.

Baca juga  Inggris Semakin Memperkuat Diplomasi Ekonomi di Indonesia

Lebih lanjut, Yudi menilai bahwa aturan hukum itu harus hadir agar terdapat kepastian bahwa penafsiran nilai-nilai Pancasila tidak bisa dilakukan semena-mena. Menurutnya, penafsiran Pancasila tidak boleh bertentangan dengan produk-produk Konstitusi, perundang-undangan, dan lain-lain.

“Itu peran negara supaya insiatif-inisiatif voluntary [sukarela] masyarakat itu tidak keluar dari garis kontur, gitu,” imbuh Yudi.

Meski begitu, Yudi menilai bahwa di sisi lain masyarakat sipil juga mengemban peran yang sama pentingnya. Ia memandang bahwa masyarakat harus bisa memastikan apakah jalannya pemerintahan sudah sesuai dengan imperatif Pancasila atau tidak.

Baca juga  Terkejut dengan Pernikahan Ciki & Rezky, Sang Kakak Sampaikan Pesan Haru

“Apakah demokrasinya sudah sesuai dengan Pancasila atau tidak? Termasuk manajemen KPK-nya sudah sesuai dengan imperatif Pancasila atau tidak?” ujar Yudi sambil menyinggung KPK karena isu-isu mengenai Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sedang ramai diperbincangkan belakangan ini.“

Baca juga  Hadapi Tantangan Zaman, Pancasila Menjadi Pegangan Utama Peradaban

Dengan begitu, aspirasi dan kritik dari masyarakat itu memberi semacam arus keseimbangan supaya negara juga tidak semena-mena di dalam menjalankan pemerintahan,” tutur Yudi.

Lagi pula, menurut Yudi, pengamalan nilai-nilai Pancasila oleh penyelenggara negara memang menjadi imperatif dalam pokok pikiran keempat Pembukaan UUD 1945. Pokok pikiran tersebut berbunyi sebagai berikut: “negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.”

Pokok pikiran tersebut kemudian menghendaki adanya Undang-Undang Dasar yang mewajibkan pemerintah dan penyelenggara negara lainnya untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur.“

Justru pertama-tama yang harus menjalankan moral Pancasila itu sebenarnya para politisi dan penyelenggara negara itu sendiri,” terang Yudi. “Jadi peran masyarakat penting untuk memastikan jalannya negara ini berjalan di dalam nilai-nilai koridor Pancasila,” pungkas Yudi.

(RED/PR.ID)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Ketua PCNU Jakarta Pusat Lantik Seluruh Pengurus MWCNU Dan Ranting NU

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta- Ketua  Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Jakarta Pusat Gus Syaifuddin melantik langsung seluruh pengurus...

Catatan Merah 2 Tahun Kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf

PILIHANRAKYAT.ID, Yogyakarta-2 tahun Jokowi-Ma'ruf Amin memimpin Indonesia atas nama kabined maju. Akan tetapi dalam periode kedua ini,...

Rayakan Hari Santri Nasional, Kemenag Gelar Pameran Pesantren Vitual

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta- Kementerian Agama menggelar Pameran Pesantren Virtual (Pesantren Virtual Exhibition). Pameran ini dalam rangka Peringatan Hari...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...