PILIHANRAKYAT.ID,Jakarta-Peristiwa rasisme yang dilakukan oknum masyarakat ke suku Papua mengundang perhatian masyarakat luas, banyak masyarakat yang mengkritik tindakan rasisme tersebut khususnya kejadian di Surabaya dan Malang. kejadian di Jatim merupakan faktor yang menimbulkan protes keras baik dari suku Papua sendiri maupun dari masyarakat Indonesia secara luas.
Beberapa kelompok kemaren (21/08/2019) mengadakan kongres di Jakarta untuk menyikapi tindakan rasisime yang dilakukan oleh kelompok orang ke suku Papua di Jatim, adapun hasil dalam kongres tersebut:
1. Bahwa kita satu bangsa, kita bersaudara. Tidak ada perbedaan antara kita. Tegak sama tinggi, duduk sama rendah. Republik ini milik kita bersama.
2. Bahwa sikap-sikap rasis menghina harkat martabat suku anak bangsa adalah perbuatan yang perlu kita kecam. Harus diproses secara hukum.
3. Bahwa perilaku rasis pada peristiwa terjadi di Surabaya dan Malang adalah perbuatan sekelompok orang yang kuat diduga bermotif politik untuk menciptakan Indonesia kacau.
4. Bahwa pernyataan rasis dari aparat adalah perbuatan oknum yang harus ditindak.
5. Bahwa ada upaya memecah belah persatuan kita menghimbau masyarakat Papua untuk tidak terhasut oleh perilaku-perilaku yg merusak persaudaraan kita tersebut dan kita tetap satu.
6. Bahwa atas tindakan rasis dan over acting aparat kepolisian terhadap mahasiswa Papua di Jawa Timur sejak tgl 16 Agustus , kami menuntut presiden untuk segera mencopot Kapolda Jatim serta Kapolrestabes Surabaya dan Kapolres Malang.
7. Menuntut Kapolri untuk segera menangkap provokator dari tokoh2 ormas yang sengaja memprovokasi suasana dan mengadu-domba sesama anak bangsa untuk menciptakan kekacauan dengan menyebarkan berita hoax.
8. Menuntut pihak kepolisian untuk segera memeriksa Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko atas dugaan pernyataannya yang berbau rasis.
9. Mengapresiasi permintaan maaf Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang telah menunjukan sikap kebersamaan kita sebagai sesama anak bangsa.
Dalam kongres yang dilakukan kemaren, ada lima belas (15) kelompok yang hadir:
1. RNA 98
2. POSKO RELAWAN
3. GERAKAN JAGA INDONESIA
4. POROS BENHIL
5. GERCIN NKRI
6. ENERGI 01
7. GARDA PERAWAT KEBANGSAAN
8. HAWA
9. AKSI BAJA NKRI
10 GENERASI NAWACITA
11. NINJA
12. ALUMNI SMA JARINGAN BERSAMA INDONESIA (ASJBI)
13. RELAWAN JOKOWI
14. JPIP
15. Jaringan Pengajian Kebangsaan.
(Cipto/PR.ID)




