Anies Baswedan Terapkan Lagi PSBB

- Advertisement -

Pilihanrakyat.id, Jakarta– Warga Ibu Kota akan kembali menjalani PSBB. Keputusan yang dikeluarkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan merupakan kelanjutan untuk memutus rantai Covid-19 di Jakarta, sebab menurut data corona.jakarta.go.id yang diperbarui per Jumat (8/1), keseluruhan kasus di Jakarta mencapai 200.658 kasus.

Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 19 Tahun 2021 dan Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2021.

Anies Baswedan pun mengamini terkait Covid-19 yang semakin tinggi di wilayahnya

“Saat ini, kita sedang berada di titik kasus aktif tertinggi selama ini yaitu di kisaran angka 17.383. Kasus aktif adalah jumlah orang yang saat ini berstatus positif COVID-19 dan belum dinyatakan sembuh, baik yang dirawat di fasilitas kesehatan maupun di dalam isolasi mandiri,” kata Anies Baswedan, Sabtu (8/1).

Baca juga  Medsos Jadi Alat Penyebaran Radikalisme

Pengetatan PSBB membuat masyarakat Jakarta harus kembali melakukan hal-hal yang telah diberlakukan sebelumnya seperti 75 persen karyawan bekerja dari rumah (Work From Home), belajar mengajar dilakukan jarak jauh, pusat perbelanjaan tutup pukul 19.00 WIB, dan restoran boleh dine-in dengan kapasitas 25 persen.

Sementara itu, tempat ibadah diberi batasan kapasitas 50 persen, fasilitas umum dan semua kegiatan sosial budaya dihentikan sementara, fasilitas kesehatan bisa tetap berjalan 100% dengan protokol kesehatan, dan transportasi umum dengan pembatasan kapasitas.

Baca juga  Jelang Duel Liverpool, Ramos Positif Covid-19

Ia menilai pengetatan PSBB perlu dilakukan sebab hal tersebut dianggap berhasil menurunkan kasus aktif secara signifikan ketika diterapkan pada September 2020.

Baca juga  Gracia Billy Mengklarifikasi Cuitannya Yang Ditanggapi Netizen

“Kita ingat pada pertengahan bulan Agustus, ada libur panjang Tahun Baru Islam. Dua minggu sesudah libur panjang itu, pertambahan kasus harian dan pertambahan kasus aktif melonjak sangat cepat. Maka, pada saat itu, kita memutuskan menarik rem darurat di pertengahan bulan September,” jelasnya.

“Beberapa waktu sesudah rem darurat ditarik, tampak kasus aktif menurun pesat, bahkan kembali ke titik awal sebelum kenaikan. Turun sampai 50%, hingga kita bisa kembalikan ke PSBB Transisi. Artinya, pengetatan pembatasan sosial itu benar-benar efektif menurunkan kasus aktif,” lanjutnya. (Miftah/PR.ID)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Dapat Kuota Sedikit, Ketua F. PPP Kebumen Segera Komunikasi Dengan DPR RI

PILIHANRAKYAT.ID, Kebumen- Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)kembali dibuka untuk formasi guru honorer kategori agama. Berbeda...

Kunjungan Ke Yogyakarta, Airlangga Bertemu Buya Syafii

PILIHANRAKYAT.ID, Yogyakarta-Buya Syafii Ma'arif menerima kunjungan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dikediamannya, Nogotirto, Gamping, Sleman. Dalam pertemuan itu,...

Djarot Syaiful Hidayat, Pemprov DKI Kurang Matang

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat menyayangkan pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tidak melakukan perencanaan...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...