Islam Sebagai Jalan Hidup Bukan Sebagai Bentuk Negara

- Advertisement -

Oleh; Cipto*

PILIHANRAKYAT.ID, Indonesia kembali diramaikan oleh ide-ide “khilafah”. Ide ini masih digaungkan oleh sekelompok orang yang masih belum “puas” akan sistem Indonesia yang menggunakan Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebeulan ini, (November-Desember), Negara dihangatkan oleh peristiwa yang bersangkutan dengan “ideologi khilafah”,  sampai-sampai media juga ikut ramai memberitakan terkait isu tersebut. Dari kedatangan seorang hingga peristiwa pengepungan rumah ibunda Mahfud MD di Madura.

Sebagai penikmat kopi, saya tidak berani mengklaim suatu tindakan yang dilakukan oleh beberapa kelompok atau individu seseorang karena semua itu bukan kapasitas saya. Tapi saya sepakat dengan gagasan Gus Dur yang sering menampakkan ke-nyenehan-nya saat berbicara atau menulis. Gitu aja kok repot, begitulah gayanya.

Gus Dur merupakan aset Negara yang sering mengeluarkan gagasan-gagasan yang brilian walaupun sering kontoversi gagasan tersebut tapi dunia mengakui kecerdasan Gus Dur terbukti sampai saat ini masih banyak karyanya.

Baca juga  Nyawa Ribuan Pedagang Pasar Muntilan Dipertaruhkan di Pasar Yang Baru

Gus Dur menulis dalam salah satu karyanya, Islam Ku, Islam Anda, Islam Kita. Di salah satu babnya, dia menulis “Islam sebagai jalan hidup (syari’ah) tidak memiliki konsep yang jelas tentang Negara” (hlm. 81).

Gus Dur juga mengaku telah mencari “Makhluk yang dinamakan Negara Islam” tapi dia merasa sia-sia karena tidak menemukannya dan menyimpulkan bahwa “Memang Islam tidak memiliki konsep bagaimana Negara harus dibuat dan dipertahankan” (ibid).

Baca juga  Politisasi Agama Berdampak Negatif bagi Demokrasi

Sepanjang sejarah Islam, khusunya pada masa Nabi Muhammad hingga Sayyidina Ali tidak pernah terkonsepkan secara jelas terkait Negara Islam, baik pembentukan, luas wilayah, cara dipertahankan dan lain sebagainya.

Setelah Nabi Muhammad wafat, tiga hari setelah itu baru Sayyidina Abu Bakar menggantinya dengan cara bai’at yang diwakili oleh perwakilan suku. Sayyidina Umar mengganti Sayyidina Abu Bakar dengan cara ditunjuk oleh Sayyidina Abu Bakar. Sayyidina Utsman terpilih melalui Dewan Pemilih yang terdiri dari anak dari Sayyidina Umar yang tidak boleh dipilih. Dan Sayyidina Ali jadi pemimpin karena desakan dari kaum muslimin karena pada saat itu keadaan umat muslim bisa dikatakan kacau.

Baca juga  Sastra dan Politik dalam Satu Pusaran

Baru setelah itu, muncullah sistem kerajaan di dunia islam ada Dinasti Muawwiyah, Abbasiyah hingga Turky Ustmani. Dengan mengaca sejarah tersebut, jelas bagi penulis bahwa apa yang ditulis Gus Dur benar adanya. Lalu kenapa masih ada kelompok yang menginginkan “khilafah” sebagai ideologi Negara???

Mungkin cukup Islam sebagai Jalan Hidup tanpa harus sebagai sebuah Negara karena bagi penulis, Pancasila sudah final dan tidak perlu direvisi apalagi diganti. Apalagi sejarah telah menjadi saksi bahwa Pancasila diamini oleh para sesepuh umat islam Indonesia seperti K.H. Hasyim asy’ari dan ulamak lainnya.

*Penikmat Kopi

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Menunggu Kiprah Fauzi-Eva

Oleh: Shohebul Umam JR* Gegap gempita antusiasme masyarakat Sumenep menyambut bupati anyar, Fauzi-Eva (FE)...

Pemuda Desa Bragung Sumenep Temui Kepala Desa: Tanyakan Realisasi BUMDES Dan Antisipasi Kenakalan Remaja

PILIHANRAKYAT.ID, Sumenep-Pemuda yang tergolong dalam Solidaritas Pemuda Desa Bragung (SP2D) temui Latifah, Kepala Desa Bragung Kecamatan Guluk-Guluk...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

Nestapa Papua dan Konflik yang Berlanjut

“Mata saya memang tidak bisa melihat, tapi hati saya merasakan air mata dan penderitaan  orang Papua. Maka dari itu wahai orang Papua, hari ini kukembalikan...