Pemberian Miras ke Mahasiswa Papua Oleh Polwan Menuai Kontroversi

0
Miras Kiriman dari Polwan (FOTO: Suara.com)
Miras Kiriman dari Polwan (FOTO: Suara.com)

PILIHANRAKYAT.ID, Pemberian minuman beralkohol dari salah satu aparat kepolisian menuai kontroversi dan membuat Aliansi Mahasiswa Papua Bandung merasa harga dirinya telah direndahkan.

Juru Bicara Aliansi Mahasiswa Papua Bandung Abraham Kossay menjelaskan kronologi pemberian miras tersebut. Saat itu mayoritas penghuni asrama sedang menggelar aksi di Gedung Sate, pusat pemerintahan Jawa Barat.

Hanya ada seorang mahasiswa Papua yang berada di asrama kala itu karena bertugas sebagai seksi konsumsi aksi. Minuman bermerek Topi Koboi itu dikirim pada Kamis (22/8) sekitar pukul 13.00 WIB.

“Iya benar, itu memang polisi kirim jam 1 (siang) antar ke asrama, ada 2 kardus. Di asrama ada kawan kami yang sedang masak,” kata Abraham Jumat (23/8).

Abraham mengatakan pengantar miras tersebut adalah seorang polwan yang mengenakan seragam dinas kepolisian. Dia menyebut polwan itu bernama Cristiati.

Baca juga  Sejarah Sumpah Pemuda Tak Selesai diteriakan, JK; Harus Kerja Nyata

Meskipun polwan tersebut menitipkan pesan bahwa penerima miras dilarang memberi tahu kepada siapapun terkait pihak yang mengirim minuman beralkohol itu.

“Ketika mengantar, ‘Ini buat adik-adik setelah pulang aksi kalian minum buat malam istirahat. Tidak boleh kasih tahu siapa-siapa kalau ini dari Ibu’,” kata Abraham mengutip ucapan Christiati.

Abraham menyatakan pihaknya menuntut kepolisian segera menindak tegas oknum polisi yang mengirim miras. Aliansi berharap Christiati dicopot dari jabatannya.

“Polisi harusnya mengayomi, namun mereka menganggap kami orang Papua itu peminum. dengan begitu kami sangat tidak terima,” tegasnya.

Sedangkan klarifikasi dari Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan peristiwa tersebut tidak mewakili institusi Polri. Pemberian dua kardus minuman keras itu merupakan inisiatif polwan karena punya kedekatan emosional lantaran sama-sama perantauan dari timur. Sarce sendiri merupakan anggota di Polrestabes Bandung dan saat ini bertugas sebagai Kapolsek Sukajadi.

Baca juga  Kementrian ESDM Mengeluarkan Peta Rawan Bencana Gunung Semeru

“Kompol Sarce merupakan orang yang memang ada kesamaan rantauan dari timur, hubungan emosional sudah dibangun sejak saudari Sarce dinas di Jawa Barat, Bandung. Dalam hal ini kami menyampaikan, ini adalah sifatnya pribadi, hubungan emosional saudari Sarce pada warga Papua,” kata Trunoyudo di Mapolda Jabar, Jumat (23/8).

Selanjutnya Trunoyudo juga menyampaikan bahwa Kapolda Jabar Rudy Sufahriadi telah memastikan keamanan mahasiswa atau warga Papua yang berada di Jawa Barat. Trunoyudo mengatakan Sarce hingga saat ini saat ini masih menjalani pemeriksaan di Bidang Propam Polda Jabar. Pemeriksaan sudah dilakukan sejak semalam. (Anwar/PR.ID)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here